Rabu, 03 Desember 2008

Salesman Dari Chicago

Beberapa tahun yang lalu, sekelompok salesmen menghadiri pertemuan sales diChicago. Mereka telah meyakinkan istri-istri mereka bahwa mereka akan mempunyai cukup waktu untuk makan malam bersama di rumah pada hari Jumat. Namun, manager sales menghabiskan lebih banyak waktu daripada yang telah diperkirakan dan pertemuan berakhir lebih lambat daripada yang telah dijadwalkan. Akibatnya, dengan tiket pesawat dan tas mereka di tangan, mereka berlari menerobos pintu airport, tergesa gesa, mengejar penerbangan mereka pulang.

Ketika mereka sedang berlari-lari, salah satu dari para salesman ini tidak sengaja menendang sebuah meja yang gunakan untuk menjual apel. Dan apel-apel itu beterbangan. Tanpa berhenti atau menoleh ke belakang, mereka semua akhirnya berhasil masuk ke dalam pesawat dalam detik-detik terakhir pesawat itu tinggal landas. Semua, kecuali seorang. Dia berhenti, menghela napas panjang, bergumul dengan perasaannya lalu tiba-tiba rasa kasihan menyelimuti dirinya untuk gadis yang menjual apel.

Ia berkata kepada rekan-rekannya untuk pergi tanpa dirinya, melambaikan tangan, meminta salah satu temannya untuk menelpon istrinya ketika mereka sampai di tempat tujuan untuk memberitahukan bahwa ia akan mengambil penerbangan yang berikutnya. Kemudian, ia kembali kepintu terminal yang berceceran dengan banyak sekali buah apel di lantai. Salesman ini merasa lega ketika ia tiba disana.

Gadis yang berumur 16 tahun ini buta! Gadis tersebut sedang menangis sesegukan, air matanya mengalir turun di pipinya, dan gadis itu sedang berusaha untuk meraih buah-buah apel yang bertebaran diantara kerumunan orang-orang yang bersliweran disekitarnya, tanpa seorangpun berhenti, ataupun cukup peduli untuk membantunya.

Salesman itu berlutut di lantai disampingnya, mengumpulkan apel-apel tersebut, menaruhnya kembali kedalam keranjang dan membantu memajangnya di meja seperti semula. Seketika itu, ia menyadari bahwa banyak dari apel-apel itu rusak, dan ia mengesampingkan apel yang rusak kedalam keranjang yang lain. Setelah selesai, pria ini mengeluarkan uang daridompetnya dan berkata kepada si gadis penjual, "Ini, ambillah $20 untuksemua kerusakan ini.

Apakah kau tidak apa-apa?"Gadis itu mengangguk, masih berlinang air mata. Pria itu melanjutkan dengan berkata, "Saya harap kita tidak merusak harimu begitu parah." Ketika priaini mulai beranjak pergi, gadis penjual yang buta ini memanggilnya,"Tuan..." Pria ini berhenti, dan menoleh ke belakang untuk menatap kedua matanya yang buta.

Gadis ini melanjutkan, "Apakah engkau Yesus?" Ia terpana. Kemudian, dengan langkah yang lambat ia berjalan masuk untuk mengejar penerbangan berikutnya. Dan pertanyaan itu terus menerus berbicara didalam hatinya, "Apakah kau Yesus?" Apakah orang-orang mengira engkau Yesus? Bukankah itu tujuan hidup kita? Untuk menjadi serupa dengan Yesus sehingga orang-orang tidak dapat melihat perbedaannya ketika kita hidup dan berinteraksi didalam dunia yang buta dan tidak mampu melihat kasih, anugrah dan kehidupanNya..

Jika kita mengakui bahwa kita mengenal Dia, kita harus hidup, berjalan, danbertindak seperti Yesus. Mengenal Yesus adalah lebih dalam daripada hanya sekadar mengutip kata-kata dari Alkitab dan pergi beribadah di gereja. Mengenal Yesus adalah menghidupi FirmanNya hari demi hari.

Anda adalah seperti buah apel tersebut di mata Allah, meskipun kita rusak dan menjadi cacat ketika kita terjatuh. Allah berhenti mengerjakan apa yang sedang Ia kerjakan, mengangkat Anda dan saya ke suatu bukit yang bernama Kalvari dan membayar penuh semua kerusakan kita. Mari mulai jalani hidup sesuai dengan harga yang telah dibayarkanNya.
GOD BLESS YOU

========================================================================

0 komentar: