Rabu, 03 Desember 2008

Sayang Sama Papa

Alkisah

Hiduplah sebuah keluarga yang kehidupannya boleh dibilang pas pasan. Sang ayah hanyalah seorang tukang bersih bersih sampah dipasar. Mempunyai seorang putri satu-satunya yang sudah duduk di kelas 3 SMP. Suatu hari putri kesayangannya ini datang kepada ayahnya.

"Ayah, saya mau minta uang" pintanya. "Untuk apa" balas sang ayah. "Besok teman teman satu sekolahan mau mengadakan study tour ke Jakarta, kan malu kalau saya sampai enggak ikut, enggak banyak kok yah, cuman Rp.50.000 saja buat ongkos dan makan" kata sang anak. Sesaat sang Ayah terdiam, dalam hatinya dia berkata, jangankan buat studytour buat makan sehari-hari saja kita selalu kekurangan.

Tapi dia enggak ingin mengecewakan putrinya yang sangat disayanginya, kemudian dia berkata "Jam berapa kamu berangkat besok?" "Jam sepuluh pagi ayah" jawab putrinya. "Baiklah, besok kamu tunggu di Stasiun, nanti Ayah menyusul "Esoknya, pagi-pagi benar sang Ayah sudah berangkat kepasar untuk mencari pinjaman uang sama teman-teman dan kenalan-kenalannya, namun hasilnya nihil. Sementara waktu terus bergulir dan Jam menunjukan pukul 09.30, tapi dia belum juga dapat pinjaman.

Sesaat dia termenung, terlintas dibenaknya untuk menjual baju-baju kesayangnnya ke pasar loak. Buru-buru dia pulang kerumah, diambilnya baju baju yang masih agak bagus-bagus kemudian segera berlari menuju ke pasar loak. Akhirnya dia berhasil mendapatkan sejumlah uang seperti yang diminta putrinya, walaupun dia harus kehilangan beberapa helai pakaiannya.

Sementara di Stasiun sang anak menunggu dengan penuh gelisah dan wajah yangmurung, karena ayahnya belum datang juga. Jam sudah menunjukan pukul 09.58, tapi ayahnya belum juga datang. Akhirnya dia putus asa, tidak ada harapan lagi pikirnya. Ditengah keputus asaan dan kekecewaannya dia dikejutkan dengan teguran yang jelas-jelas dia hapal betul suaranya, yakni suara ayahnya.

"Nak, bersiap-siaplah sebentar lagi kereta mau berangkat" kejut ayahnya dari belakang setengah ngos ngosan. "Ayah kok lama sekali" kata si anak dengan agak cemberut. Si ayah mencoba membohongi putrinya dengan mengatakan bahwa tadi dipasarbanyak kerjaan. Lalu dia memberikan uang bekal yang diminta putrinya tersebut. "Hati hati di jalan ya" pesan ayahnya. "Iya.., terima kasih ayah" balas putrinya sambil pergi menuju kereta yang mau ditumpanginya, yang tanpa dia sadari bahwa uang yang dibawanya adalah hasil penjualan pakaian ayahnya.

Sang ayah melepas kepergian anaknya denganperasaan haru, dia bahagia karena bisa melihat anaknya begitu gembira.

Hikmah
Kadang kita enggak menyadari begitu besar kasih sayang ayah terhadap kita, yang selalu berusaha apa saja asal anaknya bisa bahagia. Kita hanya berfikir bahwa ayah kita galak, ayah kita diktator dan sebagainya dan sebagainya, tanpa berfikir betapa besar pengorbanannya. Mencari nafkah pergi pagi pulang malam, pergi sore pulang pagi, peraskeringat banting tulang demi keluarganya tercinta.
========================================

Tidak ada komentar: