Beberapa tahun yang lalu, sekelompok salesmen menghadiri pertemuan sales diChicago. Mereka telah meyakinkan istri-istri mereka bahwa mereka akan mempunyai cukup waktu untuk makan malam bersama di rumah pada hari Jumat. Namun, manager sales menghabiskan lebih banyak waktu daripada yang telah diperkirakan dan pertemuan berakhir lebih lambat daripada yang telah dijadwalkan. Akibatnya, dengan tiket pesawat dan tas mereka di tangan, mereka berlari menerobos pintu airport, tergesa gesa, mengejar penerbangan mereka pulang.
Ketika mereka sedang berlari-lari, salah satu dari para salesman ini tidak sengaja menendang sebuah meja yang gunakan untuk menjual apel. Dan apel-apel itu beterbangan. Tanpa berhenti atau menoleh ke belakang, mereka semua akhirnya berhasil masuk ke dalam pesawat dalam detik-detik terakhir pesawat itu tinggal landas. Semua, kecuali seorang. Dia berhenti, menghela napas panjang, bergumul dengan perasaannya lalu tiba-tiba rasa kasihan menyelimuti dirinya untuk gadis yang menjual apel.
Ia berkata kepada rekan-rekannya untuk pergi tanpa dirinya, melambaikan tangan, meminta salah satu temannya untuk menelpon istrinya ketika mereka sampai di tempat tujuan untuk memberitahukan bahwa ia akan mengambil penerbangan yang berikutnya. Kemudian, ia kembali kepintu terminal yang berceceran dengan banyak sekali buah apel di lantai. Salesman ini merasa lega ketika ia tiba disana.
Gadis yang berumur 16 tahun ini buta! Gadis tersebut sedang menangis sesegukan, air matanya mengalir turun di pipinya, dan gadis itu sedang berusaha untuk meraih buah-buah apel yang bertebaran diantara kerumunan orang-orang yang bersliweran disekitarnya, tanpa seorangpun berhenti, ataupun cukup peduli untuk membantunya.
Salesman itu berlutut di lantai disampingnya, mengumpulkan apel-apel tersebut, menaruhnya kembali kedalam keranjang dan membantu memajangnya di meja seperti semula. Seketika itu, ia menyadari bahwa banyak dari apel-apel itu rusak, dan ia mengesampingkan apel yang rusak kedalam keranjang yang lain. Setelah selesai, pria ini mengeluarkan uang daridompetnya dan berkata kepada si gadis penjual, "Ini, ambillah $20 untuksemua kerusakan ini.
Apakah kau tidak apa-apa?"Gadis itu mengangguk, masih berlinang air mata. Pria itu melanjutkan dengan berkata, "Saya harap kita tidak merusak harimu begitu parah." Ketika priaini mulai beranjak pergi, gadis penjual yang buta ini memanggilnya,"Tuan..." Pria ini berhenti, dan menoleh ke belakang untuk menatap kedua matanya yang buta.
Gadis ini melanjutkan, "Apakah engkau Yesus?" Ia terpana. Kemudian, dengan langkah yang lambat ia berjalan masuk untuk mengejar penerbangan berikutnya. Dan pertanyaan itu terus menerus berbicara didalam hatinya, "Apakah kau Yesus?" Apakah orang-orang mengira engkau Yesus? Bukankah itu tujuan hidup kita? Untuk menjadi serupa dengan Yesus sehingga orang-orang tidak dapat melihat perbedaannya ketika kita hidup dan berinteraksi didalam dunia yang buta dan tidak mampu melihat kasih, anugrah dan kehidupanNya..
Jika kita mengakui bahwa kita mengenal Dia, kita harus hidup, berjalan, danbertindak seperti Yesus. Mengenal Yesus adalah lebih dalam daripada hanya sekadar mengutip kata-kata dari Alkitab dan pergi beribadah di gereja. Mengenal Yesus adalah menghidupi FirmanNya hari demi hari.
Anda adalah seperti buah apel tersebut di mata Allah, meskipun kita rusak dan menjadi cacat ketika kita terjatuh. Allah berhenti mengerjakan apa yang sedang Ia kerjakan, mengangkat Anda dan saya ke suatu bukit yang bernama Kalvari dan membayar penuh semua kerusakan kita. Mari mulai jalani hidup sesuai dengan harga yang telah dibayarkanNya.
GOD BLESS YOU
========================================================================
Rabu, 03 Desember 2008
Sayang Sama Mama
Tangan Ibuku Beberapa tahun yang lalu, ketika ibu saya berkunjung, ia mengajak saya untuk berbelanja bersamanya karena dia membutuhkan sebuah gaun yang baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama dengan orang lain, dan saya bukanlah orang yang sabar, tetapi walaupun demikian kami berangkat juga ke pusat perbelanjaan tersebut.
Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun wanita, dan ibu saya mencoba gaun demi gaun dan mengembalikan semuanya. Seiring hari yang berlalu, saya mulai lelah dan ibu saya mulai frustasi. Akhirnya, pada toko terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencoba satu stel gaun biru yang cantik terdiri dari tiga helai. Pada blusnya terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya, dan karena ketidaksabaran saya, maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam ruang ganti pakaian.
Saya melihat bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan dengan susah mencoba untuk mengikat talinya. Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu dia tidak dapat melakukannya.
Seketika ketidaksabaran saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya. Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan air mata saya yang mengalir keluar tanpa saya sadari.
Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali masuk ke kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun tersebut. Pakaian ini begitu indah, dan dia membelinya. Perjalanan belanja telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat terlupakan dari ingatan saya. Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam ruang ganti pakaian tersebut dan terbayang tangan ibu saya yang sedang berusaha mengikat tali blusnya. Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi saya, memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling membekas dalam hati saya.
Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya, mengambil tangannya, menciumnya dan, yang membuatnya terkejut, memberitahukannya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah di dunia ini. Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat melihat dengan mata saya yang baru betapa bernilai dan berharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu.
Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya tersendiri.
Bev Hulsizer
Dunia ini memiliki banyak keajaiban, Segala ciptaan Allah yang begitu agung; Tetapi tak satu pun yang dapat menandingi Keindahan tangan ibu
==========================================================================
Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun wanita, dan ibu saya mencoba gaun demi gaun dan mengembalikan semuanya. Seiring hari yang berlalu, saya mulai lelah dan ibu saya mulai frustasi. Akhirnya, pada toko terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencoba satu stel gaun biru yang cantik terdiri dari tiga helai. Pada blusnya terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya, dan karena ketidaksabaran saya, maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam ruang ganti pakaian.
Saya melihat bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan dengan susah mencoba untuk mengikat talinya. Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu dia tidak dapat melakukannya.
Seketika ketidaksabaran saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya. Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan air mata saya yang mengalir keluar tanpa saya sadari.
Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali masuk ke kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun tersebut. Pakaian ini begitu indah, dan dia membelinya. Perjalanan belanja telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat terlupakan dari ingatan saya. Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam ruang ganti pakaian tersebut dan terbayang tangan ibu saya yang sedang berusaha mengikat tali blusnya. Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi saya, memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling membekas dalam hati saya.
Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya, mengambil tangannya, menciumnya dan, yang membuatnya terkejut, memberitahukannya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah di dunia ini. Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat melihat dengan mata saya yang baru betapa bernilai dan berharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu.
Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya tersendiri.
Bev Hulsizer
Dunia ini memiliki banyak keajaiban, Segala ciptaan Allah yang begitu agung; Tetapi tak satu pun yang dapat menandingi Keindahan tangan ibu
==========================================================================
Sayang Sama Papa
Alkisah
Hiduplah sebuah keluarga yang kehidupannya boleh dibilang pas pasan. Sang ayah hanyalah seorang tukang bersih bersih sampah dipasar. Mempunyai seorang putri satu-satunya yang sudah duduk di kelas 3 SMP. Suatu hari putri kesayangannya ini datang kepada ayahnya.
"Ayah, saya mau minta uang" pintanya. "Untuk apa" balas sang ayah. "Besok teman teman satu sekolahan mau mengadakan study tour ke Jakarta, kan malu kalau saya sampai enggak ikut, enggak banyak kok yah, cuman Rp.50.000 saja buat ongkos dan makan" kata sang anak. Sesaat sang Ayah terdiam, dalam hatinya dia berkata, jangankan buat studytour buat makan sehari-hari saja kita selalu kekurangan.
Tapi dia enggak ingin mengecewakan putrinya yang sangat disayanginya, kemudian dia berkata "Jam berapa kamu berangkat besok?" "Jam sepuluh pagi ayah" jawab putrinya. "Baiklah, besok kamu tunggu di Stasiun, nanti Ayah menyusul "Esoknya, pagi-pagi benar sang Ayah sudah berangkat kepasar untuk mencari pinjaman uang sama teman-teman dan kenalan-kenalannya, namun hasilnya nihil. Sementara waktu terus bergulir dan Jam menunjukan pukul 09.30, tapi dia belum juga dapat pinjaman.
Sesaat dia termenung, terlintas dibenaknya untuk menjual baju-baju kesayangnnya ke pasar loak. Buru-buru dia pulang kerumah, diambilnya baju baju yang masih agak bagus-bagus kemudian segera berlari menuju ke pasar loak. Akhirnya dia berhasil mendapatkan sejumlah uang seperti yang diminta putrinya, walaupun dia harus kehilangan beberapa helai pakaiannya.
Sementara di Stasiun sang anak menunggu dengan penuh gelisah dan wajah yangmurung, karena ayahnya belum datang juga. Jam sudah menunjukan pukul 09.58, tapi ayahnya belum juga datang. Akhirnya dia putus asa, tidak ada harapan lagi pikirnya. Ditengah keputus asaan dan kekecewaannya dia dikejutkan dengan teguran yang jelas-jelas dia hapal betul suaranya, yakni suara ayahnya.
"Nak, bersiap-siaplah sebentar lagi kereta mau berangkat" kejut ayahnya dari belakang setengah ngos ngosan. "Ayah kok lama sekali" kata si anak dengan agak cemberut. Si ayah mencoba membohongi putrinya dengan mengatakan bahwa tadi dipasarbanyak kerjaan. Lalu dia memberikan uang bekal yang diminta putrinya tersebut. "Hati hati di jalan ya" pesan ayahnya. "Iya.., terima kasih ayah" balas putrinya sambil pergi menuju kereta yang mau ditumpanginya, yang tanpa dia sadari bahwa uang yang dibawanya adalah hasil penjualan pakaian ayahnya.
Sang ayah melepas kepergian anaknya denganperasaan haru, dia bahagia karena bisa melihat anaknya begitu gembira.
Hikmah
Kadang kita enggak menyadari begitu besar kasih sayang ayah terhadap kita, yang selalu berusaha apa saja asal anaknya bisa bahagia. Kita hanya berfikir bahwa ayah kita galak, ayah kita diktator dan sebagainya dan sebagainya, tanpa berfikir betapa besar pengorbanannya. Mencari nafkah pergi pagi pulang malam, pergi sore pulang pagi, peraskeringat banting tulang demi keluarganya tercinta.
========================================
Hiduplah sebuah keluarga yang kehidupannya boleh dibilang pas pasan. Sang ayah hanyalah seorang tukang bersih bersih sampah dipasar. Mempunyai seorang putri satu-satunya yang sudah duduk di kelas 3 SMP. Suatu hari putri kesayangannya ini datang kepada ayahnya.
"Ayah, saya mau minta uang" pintanya. "Untuk apa" balas sang ayah. "Besok teman teman satu sekolahan mau mengadakan study tour ke Jakarta, kan malu kalau saya sampai enggak ikut, enggak banyak kok yah, cuman Rp.50.000 saja buat ongkos dan makan" kata sang anak. Sesaat sang Ayah terdiam, dalam hatinya dia berkata, jangankan buat studytour buat makan sehari-hari saja kita selalu kekurangan.
Tapi dia enggak ingin mengecewakan putrinya yang sangat disayanginya, kemudian dia berkata "Jam berapa kamu berangkat besok?" "Jam sepuluh pagi ayah" jawab putrinya. "Baiklah, besok kamu tunggu di Stasiun, nanti Ayah menyusul "Esoknya, pagi-pagi benar sang Ayah sudah berangkat kepasar untuk mencari pinjaman uang sama teman-teman dan kenalan-kenalannya, namun hasilnya nihil. Sementara waktu terus bergulir dan Jam menunjukan pukul 09.30, tapi dia belum juga dapat pinjaman.
Sesaat dia termenung, terlintas dibenaknya untuk menjual baju-baju kesayangnnya ke pasar loak. Buru-buru dia pulang kerumah, diambilnya baju baju yang masih agak bagus-bagus kemudian segera berlari menuju ke pasar loak. Akhirnya dia berhasil mendapatkan sejumlah uang seperti yang diminta putrinya, walaupun dia harus kehilangan beberapa helai pakaiannya.
Sementara di Stasiun sang anak menunggu dengan penuh gelisah dan wajah yangmurung, karena ayahnya belum datang juga. Jam sudah menunjukan pukul 09.58, tapi ayahnya belum juga datang. Akhirnya dia putus asa, tidak ada harapan lagi pikirnya. Ditengah keputus asaan dan kekecewaannya dia dikejutkan dengan teguran yang jelas-jelas dia hapal betul suaranya, yakni suara ayahnya.
"Nak, bersiap-siaplah sebentar lagi kereta mau berangkat" kejut ayahnya dari belakang setengah ngos ngosan. "Ayah kok lama sekali" kata si anak dengan agak cemberut. Si ayah mencoba membohongi putrinya dengan mengatakan bahwa tadi dipasarbanyak kerjaan. Lalu dia memberikan uang bekal yang diminta putrinya tersebut. "Hati hati di jalan ya" pesan ayahnya. "Iya.., terima kasih ayah" balas putrinya sambil pergi menuju kereta yang mau ditumpanginya, yang tanpa dia sadari bahwa uang yang dibawanya adalah hasil penjualan pakaian ayahnya.
Sang ayah melepas kepergian anaknya denganperasaan haru, dia bahagia karena bisa melihat anaknya begitu gembira.
Hikmah
Kadang kita enggak menyadari begitu besar kasih sayang ayah terhadap kita, yang selalu berusaha apa saja asal anaknya bisa bahagia. Kita hanya berfikir bahwa ayah kita galak, ayah kita diktator dan sebagainya dan sebagainya, tanpa berfikir betapa besar pengorbanannya. Mencari nafkah pergi pagi pulang malam, pergi sore pulang pagi, peraskeringat banting tulang demi keluarganya tercinta.
========================================
"Kisah Yang Mungkin Benar"
Seperti biasa saya sehabis pulang kantor tiba di rumah langsung duduk bersantai sambil melepas penat. Sepertinya saya sangat enggan untuk membersihkan diri dan langsung berdoa. Sementara anak2 & istri sedang berkumpul di ruang tengah. Dalam kelelahan tadi, saya disegarkan dengan adanya angin dingin sepoi2 yang menghembus tepat di muka saya. Selang beberapa lama seorang yang tak tampak mukanya berjubah putih dengan tongkat ditangannya tiba2 sudah berdiri di depanku.
Saya sangat kaget dengan kedatangannya yang tiba2 itu. Sebelum sempat bertanya..... siapa dia...tiba2 saya merasa dada saya sesak... sulit untuk bernafas.... namun saya berusaha untuk tetap menghirup udara sebisanya. Yang saya rasakan waktu itu ada sesuatu yang berjalan pelan2 dari dadaku......terus berjalan..... kekerongkonganku....sakittttttttt........sakit...... rasanya. Keluar airmataku menahan rasa sakitnya,.... Oh Tuhan ! ada apa dengan diriku.....
Dalam kondisi yang masih sulit bernafas tadi, benda tadi terus memaksa untuk keluar dari tubuhku... kkhh.........khhhh..... kerongkonganku berbunyi. Sakit rasanya, amat teramat sakit. Seolah tak mampu aku menahan benda tadi... Badanku gemetar... peluh keringat mengucur deras.... mataku terbelalak.....air mataku seolah tak berhenti. Tangan & kakiku kejang2 sedetik setelah benda itu meninggalkan aku. Aku melihat benda tadi dibawa oleh orang misterius itu...pergi...berlalu begitu saja....hilang dari pandangan. Namun setelah itu.........aku merasa aku jauh lebih Ringan, sehat, segar, cerah... tidak seperti biasanya. Aku herann... istri & anak2 ku yang sedari tadi ada diruang tengah, tiba2 terkejut berhamburan ke arahku.. Di situ aku melihat ada seseorang yang terbujur kaku ada tepat di bawah sofa yang kududuki tadi.
Badannya dingin kulitnya membiru. siapa dia???????... Mengapa anak2 & istriku memeluknya ! sambil menangis... mereka menjerit... histeris ...terlebih istriku seolah tak mau melepaskan orang yang terbujur tadi... Siapa dia.............???????? Betapa terkejutnya aku ketika wajahnya dibalikkan.... dia........dia.......dia mirip dengan aku....ada apa ini Tuhan...???????? Aku mencoba menarik tangan istriku tapi tak mampu..... Aku mencoba merangkul anak2 ku tapi tak bisa. Aku coba jelaskan kalau itu bukan aku.
Aku coba jelaskan kalau aku ada di sini.. Aku mulai berteriak.....tapi mereka seolah tak mendengarkan aku Seolah mereka tak melihatku... Dan mereka terus-menerus menangis....aku sadar..aku sadar bahwa orang misterius tadi telah membawa rohku Aku telah mati...aku telah mati. Aku telah meninggalkan mereka ..tak kuasa aku menangis....berteriak...... Aku tak kuat melihat mereka menangisi mayatku. Aku sangat sedih.. selama hidupku belum banyak yang kulakukan untuk membahagiakan mereka.
Belum banyak yang bisa kulakukan ! untuk membimbing mereka.
Tapi waktuku telah habis.......masaku telah terlewati.... aku sudah tutup usia pada saat aku terduduk di sofa setelah lelah seharian bekerja. Sungguh bila aku tahu aku akan mati, aku akan membagi waktu kapan harus bekerja, beribadah, untuk keluarga dll. Aku menyesal aku terlambat menyadarinya. Aku mati dalam keadaan belum ibadah.
Ohh Tuhan, JIKA kau ijinkan keadaanku masih hidup dan masih bisa membaca E-mail ini sungguh aku amat sangat bahagia. Karena aku MASIH mempunyai waktu untuk bersimpuh, mengakui segala dosa & berbuat kebaikan sehingga bila maut menjemputku kelak aku telah berada pada keadaan yang lebih siap.
======================================================
Saya sangat kaget dengan kedatangannya yang tiba2 itu. Sebelum sempat bertanya..... siapa dia...tiba2 saya merasa dada saya sesak... sulit untuk bernafas.... namun saya berusaha untuk tetap menghirup udara sebisanya. Yang saya rasakan waktu itu ada sesuatu yang berjalan pelan2 dari dadaku......terus berjalan..... kekerongkonganku....sakittttttttt........sakit...... rasanya. Keluar airmataku menahan rasa sakitnya,.... Oh Tuhan ! ada apa dengan diriku.....
Dalam kondisi yang masih sulit bernafas tadi, benda tadi terus memaksa untuk keluar dari tubuhku... kkhh.........khhhh..... kerongkonganku berbunyi. Sakit rasanya, amat teramat sakit. Seolah tak mampu aku menahan benda tadi... Badanku gemetar... peluh keringat mengucur deras.... mataku terbelalak.....air mataku seolah tak berhenti. Tangan & kakiku kejang2 sedetik setelah benda itu meninggalkan aku. Aku melihat benda tadi dibawa oleh orang misterius itu...pergi...berlalu begitu saja....hilang dari pandangan. Namun setelah itu.........aku merasa aku jauh lebih Ringan, sehat, segar, cerah... tidak seperti biasanya. Aku herann... istri & anak2 ku yang sedari tadi ada diruang tengah, tiba2 terkejut berhamburan ke arahku.. Di situ aku melihat ada seseorang yang terbujur kaku ada tepat di bawah sofa yang kududuki tadi.
Badannya dingin kulitnya membiru. siapa dia???????... Mengapa anak2 & istriku memeluknya ! sambil menangis... mereka menjerit... histeris ...terlebih istriku seolah tak mau melepaskan orang yang terbujur tadi... Siapa dia.............???????? Betapa terkejutnya aku ketika wajahnya dibalikkan.... dia........dia.......dia mirip dengan aku....ada apa ini Tuhan...???????? Aku mencoba menarik tangan istriku tapi tak mampu..... Aku mencoba merangkul anak2 ku tapi tak bisa. Aku coba jelaskan kalau itu bukan aku.
Aku coba jelaskan kalau aku ada di sini.. Aku mulai berteriak.....tapi mereka seolah tak mendengarkan aku Seolah mereka tak melihatku... Dan mereka terus-menerus menangis....aku sadar..aku sadar bahwa orang misterius tadi telah membawa rohku Aku telah mati...aku telah mati. Aku telah meninggalkan mereka ..tak kuasa aku menangis....berteriak...... Aku tak kuat melihat mereka menangisi mayatku. Aku sangat sedih.. selama hidupku belum banyak yang kulakukan untuk membahagiakan mereka.
Belum banyak yang bisa kulakukan ! untuk membimbing mereka.
Tapi waktuku telah habis.......masaku telah terlewati.... aku sudah tutup usia pada saat aku terduduk di sofa setelah lelah seharian bekerja. Sungguh bila aku tahu aku akan mati, aku akan membagi waktu kapan harus bekerja, beribadah, untuk keluarga dll. Aku menyesal aku terlambat menyadarinya. Aku mati dalam keadaan belum ibadah.
Ohh Tuhan, JIKA kau ijinkan keadaanku masih hidup dan masih bisa membaca E-mail ini sungguh aku amat sangat bahagia. Karena aku MASIH mempunyai waktu untuk bersimpuh, mengakui segala dosa & berbuat kebaikan sehingga bila maut menjemputku kelak aku telah berada pada keadaan yang lebih siap.
======================================================
Kisah Tikus Putih
Seekor tikus mengintip di balik celah di tembok untuk mengamati sang petani dan isterinya membuka sebuah bungkusan. Ada makanan pikirnya? Dia terkejut sekali, ternyata bungkusan itu berisi perangkap tikus. Lari kembali ke ladang pertanian itu, tikus itu menjerit memberi peringatan; "Awas, ada perangkap tikus di dalam rumah, hati-hati, ada perangkap tikus di dalam rumah!
"Sang ayam dengan tenang berkokok dan sambil tetap menggaruk tanah, mengangkat kepalanya dan berkata, "Ya maafkan aku, Pak Tikus, aku tahu ini memang masalah besar bagi kamu, tapi buat aku secara pribadi tak ada masalahnya. Jadi jangan buat aku peninglah."Tikus berbalik dan pergi menuju sang kambing, katanya, "Ada perangkap tikus di dalam rumah, sebuah perangkap tikus di rumah!"
"Wah, aku menyesal dengar khabar ini," si kambing menghibur dengan penuh simpati, "tetapi tak ada sesuatupun yang bisa kulakukan kecuali berdoa. Yakinlah, kamu sentiasa ada dalam doa doaku!"Tikus kemudian berbelok menuju si lembu. " Oh? sebuah perangkap tikus, jadi saya dalam bahaya besar ya?" kata lembu itu sambil ketawa. Jadi tikus itu kembalilah ke rumah, kepala tertunduk dan merasa begitu patah hati, kesal dan sedih, terpaksa menghadapi perangkap tikus itu sendirian.Malam itu juga terdengar suara bergema diseluruh rumah, seperti bunyi perangkap tikus yang berjaya menangkap mangsanya.Isteri petani berlari pergi melihat apa yang terperangkap.
Di dalam kegelapan itu dia tak bisa melihat bahwa yang terjebak itu adalah seekor ular berbisa. Ular itu sempat mematuk tangan isteri petani itu. Petani itu bergegas membawanya ke rumah sakit.Dia kembali ke rumah dengan demam. Sudah menjadi kebiasaan setiap orang akan memberikan orang yg sakit demam panas minum sup ayam segar, jadi petani itu pun mengambil goloknya dan pergilah dia ke belakang mencari bahan-bahan untuk supnya itu. Penyakit isterinya berkelanjutan sehingga teman- teman dan tetangganya datang menjenguk, dari jam ke jam selalu ada saja para tamu.
Petani itupun menyembelih kambingnyauntuk memberi makan para tamu itu.Isteri petani itu tak kunjung sembuh. Dia mati, jadi makin banyak lagi orang-orang yang datang untuk pemakamannya sehingga petani itu terpaksalah menyembelih lembunya agar dapat memberi makan para pelayat itu.Moral kisah ini:Apabila kamu dengar ada seseorang yang menghadapi masalah dan kamu pikir itu tidak ada kaitannya dengan kamu, ingatlah bahwa apabila ada 'perangkap tikus' di dalam rumah, seluruh 'ladang pertanian' ikut menanggung risikonya.
From: Anastasia Emma M D
===================================================
"Sang ayam dengan tenang berkokok dan sambil tetap menggaruk tanah, mengangkat kepalanya dan berkata, "Ya maafkan aku, Pak Tikus, aku tahu ini memang masalah besar bagi kamu, tapi buat aku secara pribadi tak ada masalahnya. Jadi jangan buat aku peninglah."Tikus berbalik dan pergi menuju sang kambing, katanya, "Ada perangkap tikus di dalam rumah, sebuah perangkap tikus di rumah!"
"Wah, aku menyesal dengar khabar ini," si kambing menghibur dengan penuh simpati, "tetapi tak ada sesuatupun yang bisa kulakukan kecuali berdoa. Yakinlah, kamu sentiasa ada dalam doa doaku!"Tikus kemudian berbelok menuju si lembu. " Oh? sebuah perangkap tikus, jadi saya dalam bahaya besar ya?" kata lembu itu sambil ketawa. Jadi tikus itu kembalilah ke rumah, kepala tertunduk dan merasa begitu patah hati, kesal dan sedih, terpaksa menghadapi perangkap tikus itu sendirian.Malam itu juga terdengar suara bergema diseluruh rumah, seperti bunyi perangkap tikus yang berjaya menangkap mangsanya.Isteri petani berlari pergi melihat apa yang terperangkap.
Di dalam kegelapan itu dia tak bisa melihat bahwa yang terjebak itu adalah seekor ular berbisa. Ular itu sempat mematuk tangan isteri petani itu. Petani itu bergegas membawanya ke rumah sakit.Dia kembali ke rumah dengan demam. Sudah menjadi kebiasaan setiap orang akan memberikan orang yg sakit demam panas minum sup ayam segar, jadi petani itu pun mengambil goloknya dan pergilah dia ke belakang mencari bahan-bahan untuk supnya itu. Penyakit isterinya berkelanjutan sehingga teman- teman dan tetangganya datang menjenguk, dari jam ke jam selalu ada saja para tamu.
Petani itupun menyembelih kambingnyauntuk memberi makan para tamu itu.Isteri petani itu tak kunjung sembuh. Dia mati, jadi makin banyak lagi orang-orang yang datang untuk pemakamannya sehingga petani itu terpaksalah menyembelih lembunya agar dapat memberi makan para pelayat itu.Moral kisah ini:Apabila kamu dengar ada seseorang yang menghadapi masalah dan kamu pikir itu tidak ada kaitannya dengan kamu, ingatlah bahwa apabila ada 'perangkap tikus' di dalam rumah, seluruh 'ladang pertanian' ikut menanggung risikonya.
From: Anastasia Emma M D
===================================================
Kisah Seorang Pencuri
by Conan
Suatu ketika, tinggallah sebuah keluarga kaya. Keluarga itu, terdiri dari orangtua, dan kedua anak laki-lakinya. Kekayaan mereka sangatlah berlimpah. Lumbung mereka, penuh dengan tumpukan padi dan gandum. Ladang mereka luas, lengkap dengan ratusan hewan ternak. Namun, pada suatu malam, ada pencuri yang datang ke lumbung mereka. Sebagian besar padi yang baru di tuai, lenyap tak berbekas. Tak ada yang tahu siapa pencuri itu. Kejadian itu terus berulang, hingga beberapa malam berikutnya. Akan tetapi, tak ada yang mampu menangkap pencurinya. Sang tuan rumah tentu berang dengan hal ini. "Pencuri terkutuk!!, akan kuikat dia kalau sampai kutangkap dengan tanganku sendiri." Begitu teriak sang tuan rumah.
"Aku akan menangkap sendiri, biar rasakan pembalasanku."Kedua anaknya, mulai ikut bicara. "Ayah, biarlah kami saja yang menangkap pencuri itu. Kami sudah cukup mampu melawannya. Kami sudah cukup besar, tentu, pencuri-pencuri itu akan takluk di tangan kami. "Ijinkan kami menangkapnya Ayah!"Tak disangka, sang Ayah berpendapat lain. "Jangan. Kalian masih muda dan belumberpengalaman. Kalian masih belum mampu melawan mereka. Lihat tangan kalian, masih tak cukup kuat untuk menahan pukulan.
Ilmu silat kalian masih sedikit. Kalian lebih baik tinggal saja di rumah. Biar aku saja yang menangkap mereka." Mendengar perintah itu, kedua anaknya hanya mampu terdiam. Penjagaan memang diperketat, namun, tetap saja keluarga itu kecurian. Sang Ayah masih saja belum mampu menangkap pencurinya. Malah, kini hewan ternak yang mulai di ambil. Ia sangat putus asa dengan hal ini. Dengan berat hati, di datangilah Kepala Desa untuk minta petunjuk tentang masalah yang dialaminya. Diceritakannya semua kejadian pencurian itu. Kepala Desa mendengarkan dengan cermat. Ia hanya berkata, "Mengapa tak biarkan kedua anakmu yang menjaga lumbung? Mengapa kau biarkan semua keinginan mereka tak kau penuhi? Ketahuilah, wahai orang yang sombong, sesungguhnya, engkau adalah "pencuri" harapan-harapan anakmu itu.
Engkau tak lebih baik dari pencuri-pencuri hartamu. Sebab, engkau tak hanya mencuri harta, tapi juga mencuri impian-impian, dan semua kemampuan anak-anakmu. Biarkan mereka yang menjaganya, dan kau cukup sebagai pengawas." Mendengar kata-kata itu, sang Ayah mulai sadar. Pada esok malam, diijinkanlah kedua anaknya untuk ikut menjaga lumbung. Dan tak berapa malam kemudian, ditangkaplah pencuri-pencuri itu, yang ternyata adalah penjaga lumbung mereka sendiri.
***Teman, pernahkan Anda bertanya kepada anak kecil tentang cita-cita dan harapan mereka? Ya, bisa jadi kita akan mendapat beragam jawaban. Suatu ketika mereka akan menjadi pilot, dan ketika lain mereka memilih untuk menjadi dokter. Suatu saat mereka akan mengatakan ingin bisa terbang, dan saat lain berteriak ingin dapat berenang seperti ikan. Walaupun pada akhirnya kita tahu hanya ada satu jawaban kelak, namun, pantaskah jika kita melarang mereka semua untuk punya harapan dan impian?Begitulah, seperti halnya dalam cerita diatas, ada banyak pencuri-pencuri impian yang berkeliaran di sekitar kita. Mereka, mencuri semua impian, dan merampas harapan-harapan yang kita lambungkan.
Mereka, selalu menghadang setiap langkah kita untuk mencapai tujuan-tujuan hidup. Bisa jadi, pencuri-pencuri itu bisa hadir dalam bentuk orangtua, teman, saudara, atau bahkan rekan kerja. Namun, yang sering terjadi adalah, kita sendirilah pencuri harapan dan impian itu. Kita sendirilah pencuri yang paling besar menghadang setiap langkah. Kita sering temukan dalam diri, perasaan takut, ragu, dan bimbang dalam melangkah. Terlalu sering kita mendengarkan suara kecil yang mengatakan, "Saya tidak bisa, saya tidak mampu." Atau, sering kita berucap, "Sepertinya, saya tak akan mungkin mengatasinya." "jangan, jangan lakukan ini sekarang, lakukan ini nanti saja. Terus seperti itu.
Kegagalan, sering kita jadikan peniadaan dalam melangkah. Namun, teman, seringkali bisa keliru. Kegagalan, adalah sebuah cara Allah untuk menunjukkan kepada kita tentang arti kesungguhan. Kegagalan, adalah pertanda tentang sebuah usaha yang tak akan berakhir. Kegagalan, adalah sebuah pelajaran tentang bagaimana meraih semua harapan yang terlewat. Memang, tak ada kesuksesan yang diraih dalam semalam. Karena itu, yakinlah, dengan kesabaran kita akan dapat meraih semua harapan dan impian. Maka, yakinlah dengan semua impian kita.
Jika kita mampu, dan nurani kita mengatakan setuju, jangan biarkan orang lain mencuri impian itu--terutama oleh diri kita sendiri. Dan teman, jangan jadikan diri kita pencuri-pencuri impian orang lain. Yakinlah dengan itu semua, sebab Allah selalu akan bersama kita.
Suatu ketika, tinggallah sebuah keluarga kaya. Keluarga itu, terdiri dari orangtua, dan kedua anak laki-lakinya. Kekayaan mereka sangatlah berlimpah. Lumbung mereka, penuh dengan tumpukan padi dan gandum. Ladang mereka luas, lengkap dengan ratusan hewan ternak. Namun, pada suatu malam, ada pencuri yang datang ke lumbung mereka. Sebagian besar padi yang baru di tuai, lenyap tak berbekas. Tak ada yang tahu siapa pencuri itu. Kejadian itu terus berulang, hingga beberapa malam berikutnya. Akan tetapi, tak ada yang mampu menangkap pencurinya. Sang tuan rumah tentu berang dengan hal ini. "Pencuri terkutuk!!, akan kuikat dia kalau sampai kutangkap dengan tanganku sendiri." Begitu teriak sang tuan rumah.
"Aku akan menangkap sendiri, biar rasakan pembalasanku."Kedua anaknya, mulai ikut bicara. "Ayah, biarlah kami saja yang menangkap pencuri itu. Kami sudah cukup mampu melawannya. Kami sudah cukup besar, tentu, pencuri-pencuri itu akan takluk di tangan kami. "Ijinkan kami menangkapnya Ayah!"Tak disangka, sang Ayah berpendapat lain. "Jangan. Kalian masih muda dan belumberpengalaman. Kalian masih belum mampu melawan mereka. Lihat tangan kalian, masih tak cukup kuat untuk menahan pukulan.
Ilmu silat kalian masih sedikit. Kalian lebih baik tinggal saja di rumah. Biar aku saja yang menangkap mereka." Mendengar perintah itu, kedua anaknya hanya mampu terdiam. Penjagaan memang diperketat, namun, tetap saja keluarga itu kecurian. Sang Ayah masih saja belum mampu menangkap pencurinya. Malah, kini hewan ternak yang mulai di ambil. Ia sangat putus asa dengan hal ini. Dengan berat hati, di datangilah Kepala Desa untuk minta petunjuk tentang masalah yang dialaminya. Diceritakannya semua kejadian pencurian itu. Kepala Desa mendengarkan dengan cermat. Ia hanya berkata, "Mengapa tak biarkan kedua anakmu yang menjaga lumbung? Mengapa kau biarkan semua keinginan mereka tak kau penuhi? Ketahuilah, wahai orang yang sombong, sesungguhnya, engkau adalah "pencuri" harapan-harapan anakmu itu.
Engkau tak lebih baik dari pencuri-pencuri hartamu. Sebab, engkau tak hanya mencuri harta, tapi juga mencuri impian-impian, dan semua kemampuan anak-anakmu. Biarkan mereka yang menjaganya, dan kau cukup sebagai pengawas." Mendengar kata-kata itu, sang Ayah mulai sadar. Pada esok malam, diijinkanlah kedua anaknya untuk ikut menjaga lumbung. Dan tak berapa malam kemudian, ditangkaplah pencuri-pencuri itu, yang ternyata adalah penjaga lumbung mereka sendiri.
***Teman, pernahkan Anda bertanya kepada anak kecil tentang cita-cita dan harapan mereka? Ya, bisa jadi kita akan mendapat beragam jawaban. Suatu ketika mereka akan menjadi pilot, dan ketika lain mereka memilih untuk menjadi dokter. Suatu saat mereka akan mengatakan ingin bisa terbang, dan saat lain berteriak ingin dapat berenang seperti ikan. Walaupun pada akhirnya kita tahu hanya ada satu jawaban kelak, namun, pantaskah jika kita melarang mereka semua untuk punya harapan dan impian?Begitulah, seperti halnya dalam cerita diatas, ada banyak pencuri-pencuri impian yang berkeliaran di sekitar kita. Mereka, mencuri semua impian, dan merampas harapan-harapan yang kita lambungkan.
Mereka, selalu menghadang setiap langkah kita untuk mencapai tujuan-tujuan hidup. Bisa jadi, pencuri-pencuri itu bisa hadir dalam bentuk orangtua, teman, saudara, atau bahkan rekan kerja. Namun, yang sering terjadi adalah, kita sendirilah pencuri harapan dan impian itu. Kita sendirilah pencuri yang paling besar menghadang setiap langkah. Kita sering temukan dalam diri, perasaan takut, ragu, dan bimbang dalam melangkah. Terlalu sering kita mendengarkan suara kecil yang mengatakan, "Saya tidak bisa, saya tidak mampu." Atau, sering kita berucap, "Sepertinya, saya tak akan mungkin mengatasinya." "jangan, jangan lakukan ini sekarang, lakukan ini nanti saja. Terus seperti itu.
Kegagalan, sering kita jadikan peniadaan dalam melangkah. Namun, teman, seringkali bisa keliru. Kegagalan, adalah sebuah cara Allah untuk menunjukkan kepada kita tentang arti kesungguhan. Kegagalan, adalah pertanda tentang sebuah usaha yang tak akan berakhir. Kegagalan, adalah sebuah pelajaran tentang bagaimana meraih semua harapan yang terlewat. Memang, tak ada kesuksesan yang diraih dalam semalam. Karena itu, yakinlah, dengan kesabaran kita akan dapat meraih semua harapan dan impian. Maka, yakinlah dengan semua impian kita.
Jika kita mampu, dan nurani kita mengatakan setuju, jangan biarkan orang lain mencuri impian itu--terutama oleh diri kita sendiri. Dan teman, jangan jadikan diri kita pencuri-pencuri impian orang lain. Yakinlah dengan itu semua, sebab Allah selalu akan bersama kita.
Ayah, Aku Rindu Bermain Denganmu
Ayat renungan :
"
Amsal 17 : 6
William adalah Manager di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Jhon, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.
"Kok, belum tidur?" sapa William sambil mencium anaknya.
Biasanya, Jhon memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Jhon menjawab, "Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Ayah?"
"Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja."
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja, Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?"
Jhon berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika William beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Jhon berlari mengikutinya.
"Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp 40.000,- dong," katanya.
"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok," perintah William.
Tetapi Jhon tak beranjak.
Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, Jhon kembali bertanya, "Ayah, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?"
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah."
"Tapi, Ayah..." Kesabaran William habis.
"Ayah bilang tidur!" hardiknya mengejutkan Jhon.
Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, William nampak menyesali hardikannya, Ia pun menengok Jhon di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Jhon didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, William berkata, "Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Jhon. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok' kan bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun ayah kasih."
"Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini."
"Iya, iya, tapi buat apa?" tanya William lembut.
"Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-, maka setengah jam harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari Ayah," kata Jhon polos.
Wiliam terdiam.
Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat
Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka. Amsal 17 : 6
Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka. Amsal 17 : 6
Em@il Dari TUHAN
Anak-Ku,
Sejumlah orang mempunyai rasa ingin tahu yang besar. Mereka ingin mengerti bagaimana semuanya berlangsung, dan itu adalah baik. Namun tak ada orang yang akan pernah mengerti Aku secara penuh. Kamu akan menjadi gila jika mencoba untuk membuktikan kepada seseorang bahwa Aku benar-benar ada!
Kamu tak perlu mengetahui segala hal tentang diri-Ku agar bisa mempercayai-Ku. Bayangkan saja tombol lampu, Aku berani bertaruh bahwa kamu tidak mengerti betul bagaimana cara tombol lampu memicu elektron untuk merambat pada kabel dan memberi tenaga pada bola lampu. Bahkan para ahli listrik dan ahli fisika heran bagaimana hal itu bisa terjadi. Namun hal itu tidak mencegahmu untuk menyalakan lampu.
Percayalah kepada-Ku. Aku bekerja untukmu. aku nyata. Maka datanglah kepada-Ku sebagai seorang anak kecil dan biarlah Aku memenuhi kebutuhanmu. Kamu tak perlu membuktikan keberadaan-Ku untuk menjadi sahabat-Ku.
Kenali sajalah Aku,Yesus
Aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagi-Ku. Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya (Mazmur 131:1-2)
Sejumlah orang mempunyai rasa ingin tahu yang besar. Mereka ingin mengerti bagaimana semuanya berlangsung, dan itu adalah baik. Namun tak ada orang yang akan pernah mengerti Aku secara penuh. Kamu akan menjadi gila jika mencoba untuk membuktikan kepada seseorang bahwa Aku benar-benar ada!
Kamu tak perlu mengetahui segala hal tentang diri-Ku agar bisa mempercayai-Ku. Bayangkan saja tombol lampu, Aku berani bertaruh bahwa kamu tidak mengerti betul bagaimana cara tombol lampu memicu elektron untuk merambat pada kabel dan memberi tenaga pada bola lampu. Bahkan para ahli listrik dan ahli fisika heran bagaimana hal itu bisa terjadi. Namun hal itu tidak mencegahmu untuk menyalakan lampu.
Percayalah kepada-Ku. Aku bekerja untukmu. aku nyata. Maka datanglah kepada-Ku sebagai seorang anak kecil dan biarlah Aku memenuhi kebutuhanmu. Kamu tak perlu membuktikan keberadaan-Ku untuk menjadi sahabat-Ku.
Kenali sajalah Aku,Yesus
Aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagi-Ku. Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya (Mazmur 131:1-2)
Em@il Dari TUHAN
Anak-Ku,
Apakah kamu sadar bahwa kamu bisa menganggap bahwa dirimu yang benar, namun ternyata keliru ? Pernahkah kamu berdebat, "Film dimulai pada pukul tujuh lima belas. Aku yakin itu!" dan kemudian kamu baru muncul di bioskop, dan film telah diputar sejak pukul enam? Atau mungkin kamu telah meyakinkan dirimu bahwa kamu telah bersikap manis terhadap seseorang untuk alasan yang benar, namun sebenarnya kamu hanya bersikap manis terhadap mereka untuk mencontoh pekerjaan rumah mereka.
Apapun masalahnya, kamu bisa membohongi dirimu dan membohongi orang lain, tetapi kamu tidak bisa membohongi-Ku. Aku dapat melihat langsung pada lubuk hatimu. au tahu ketika kamu sedang jujur , dan ketika kamu hanya berbohong kepada dirimu sendiri. jikalau kamu benar-benar mau membedakan hal yang benar dari yang salah, janganlah mempercayai dirimu. Percayalah kepada-Ku. percayalah pada Alkitab-Ku. Aku takkan berdusta kepadamu.
Suara Hatimu,Yesus
"Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri,
tetapi Tuhanlah yang menguji hati." (Amsal 21:2)
Apakah kamu sadar bahwa kamu bisa menganggap bahwa dirimu yang benar, namun ternyata keliru ? Pernahkah kamu berdebat, "Film dimulai pada pukul tujuh lima belas. Aku yakin itu!" dan kemudian kamu baru muncul di bioskop, dan film telah diputar sejak pukul enam? Atau mungkin kamu telah meyakinkan dirimu bahwa kamu telah bersikap manis terhadap seseorang untuk alasan yang benar, namun sebenarnya kamu hanya bersikap manis terhadap mereka untuk mencontoh pekerjaan rumah mereka.
Apapun masalahnya, kamu bisa membohongi dirimu dan membohongi orang lain, tetapi kamu tidak bisa membohongi-Ku. Aku dapat melihat langsung pada lubuk hatimu. au tahu ketika kamu sedang jujur , dan ketika kamu hanya berbohong kepada dirimu sendiri. jikalau kamu benar-benar mau membedakan hal yang benar dari yang salah, janganlah mempercayai dirimu. Percayalah kepada-Ku. percayalah pada Alkitab-Ku. Aku takkan berdusta kepadamu.
Suara Hatimu,Yesus
"Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri,
tetapi Tuhanlah yang menguji hati." (Amsal 21:2)
Aturan Sederhana Untuk Bahagia
ATURAN SEDERHANA UNTUK BAHAGIA
Tidak seorangpun dapat kembali ke awal dan membuat permulaan yang baru, tetapi setiap orang dapat memulai dari sekarang dan membuat akhir yang baru.
Tuhan tidak menjanjikan hari-hari tanpa sakit, tawa tanpa kesedihan, matahari tanpa hujan, tetapi Ia menjanjikan kekuatan untuk hari itu, penghiburan atas air mata dan cahaya dalam perjalanan.
Kekecewaan adalah seperti lubang di jalan, yang sedikit memperlambatmu, tetapi kemudian engkau menikmati jalan yang mulus. Jangan tinggal dilubang terlalu lama. Maju terus!!!
Jika engkau kecewa karena tidak mendapatkan apa yang kau inginkan, duduklah tegak dan berbahagialah, karena Tuhan sudah memikirkan sesuatu yang lebih baik untuk diberikan padamu.
Jika sesuatu terjadi padamu, baik ataupun buruk, pertimbangkan apa artinya. Ada tujuan pada setiap kejadian dalam hidup, untuk mengajarkanmu bagaimana lebih banyak tertawa atau tidak menangis tersedu sedu.
Engkau tidak bisa membuat seseorang mencintaimu, yang dapat kau lakukan adalah menjadi seseorang yang dapat dicintai, selebihnya terserah pada orang itu untuk menyadari nilaimu.
Adalah lebih baik kehilangan kebanggaan dirimu pada orang yang kau kasihi, daripada kehilangan orang yang kau kasihi karena keangkuhan.
Kita menghabiskan terlalu banyak waktu mencari orang yang tepat untuk dikasihi atau menemukan kesalahan orang yang kita kasihi, padahal seharusnya kita menyempurnakan kasih yang kita berikan.
Jangan mengabaikan teman lama. Engkau tidak akan menemukan orang yang dapat menggantikannya. Persahabatan itu seperti anggur, semakin tua semakin baik.
*/Anastasia Emma Mustika D
Tidak seorangpun dapat kembali ke awal dan membuat permulaan yang baru, tetapi setiap orang dapat memulai dari sekarang dan membuat akhir yang baru.
Tuhan tidak menjanjikan hari-hari tanpa sakit, tawa tanpa kesedihan, matahari tanpa hujan, tetapi Ia menjanjikan kekuatan untuk hari itu, penghiburan atas air mata dan cahaya dalam perjalanan.
Kekecewaan adalah seperti lubang di jalan, yang sedikit memperlambatmu, tetapi kemudian engkau menikmati jalan yang mulus. Jangan tinggal dilubang terlalu lama. Maju terus!!!
Jika engkau kecewa karena tidak mendapatkan apa yang kau inginkan, duduklah tegak dan berbahagialah, karena Tuhan sudah memikirkan sesuatu yang lebih baik untuk diberikan padamu.
Jika sesuatu terjadi padamu, baik ataupun buruk, pertimbangkan apa artinya. Ada tujuan pada setiap kejadian dalam hidup, untuk mengajarkanmu bagaimana lebih banyak tertawa atau tidak menangis tersedu sedu.
Engkau tidak bisa membuat seseorang mencintaimu, yang dapat kau lakukan adalah menjadi seseorang yang dapat dicintai, selebihnya terserah pada orang itu untuk menyadari nilaimu.
Adalah lebih baik kehilangan kebanggaan dirimu pada orang yang kau kasihi, daripada kehilangan orang yang kau kasihi karena keangkuhan.
Kita menghabiskan terlalu banyak waktu mencari orang yang tepat untuk dikasihi atau menemukan kesalahan orang yang kita kasihi, padahal seharusnya kita menyempurnakan kasih yang kita berikan.
Jangan mengabaikan teman lama. Engkau tidak akan menemukan orang yang dapat menggantikannya. Persahabatan itu seperti anggur, semakin tua semakin baik.
*/Anastasia Emma Mustika D
Sukses Adalah Hak Saya
Tak berlebihan jika Andrie Wongso disebut sebagai salah satu motivator terbaik di negeri ini. Proses hidup yang dijalani pengusaha kartu kata-kata mutiara Harvest ini, sangat inspiratif. Anak penjual kue yang lahir di Malang, 6 Desember 1954 itu, tak pernah tamat SD akibat gejolak Gestapu 1965. Sejak itu, Andrie kecil harus jualan kue dipasar untuk menyambung hidup. Tahun 1976 ia nekad merantau ke Jakarta dengan pekerjaan pertama sebagai salesman sebuah pabrik sabun. Malam hari ia cari tambahan dengan melatih beladiri Kung Fu. Merasa punya kepandaian dan penampilan oke, Andrie banting stir melamar jadibintang film silat.
Lamarannya ke perusahaan film Hong Kong diterima. Ia sempat tiga tahun mengadu nasib dan membintangi film "Kung Fu Executioner" dan "Fistful of Talon", serta satu film nasional "Surga di Telapak Kaki Ibu".Ternyata dunia film tidak memberi sesuatu seperti yang diimpi-impikan sebelumnya. Orang beranggapan Andrie gagal karena tak sekalipun jadi bintang utama.
Namun ia menilai dirinya sudah sukses. Sukses dalam proses mencari jatidiri dan berani memiliki imajinasi untuk mewujudkan cita-citanya. "Sukses dalam perjuangan. Maka proses itulah nilai investasi yang paling tinggi. Prosesnya!," tegas suami Haryanti Leny Suharto itu. Dan "kegagalan" itulah yang akhirnya justru membukakan lembaran baru bagi ayah dari Vicky, Vendy, dan Valdy ini.Tahun 1985 ia merintis bisnis kartu ucapan kata-kata mutiara dari tempat kosnya. Di luar dugaan, usaha kartu-kartu inspiratifnya berkembang pesat. Lalu ia dirikan MLM Forever Young, Action & Wisdom Motivation Training, serta memiliki perusahaan hologram dan software.
Kegemarannya berbagi spirit kesuksesan menjadikannya seorang motivator yang luar biasa. Ia telah berbicara di banyak perguruan tinggi dan perusahaan komersil. Bersama pengamat bisnis dan manajemen Renald Kasali, ia membagi elan entrepreneurship di seluruh nusantara, selama tiga bulan berturut-turut tahun 2002 ini.Andrie ada dibalik sukses Tim Bulu Tangkis Olimpiade Sidney dan Thomas & Uber Cup tahun 2000. Kemenangan gemilang Tim Thomas Cup Mei 2002 lalu juga berkat sentuhan motivasinya.
Kini selain terus berwiraswasta, ia mendedikasikan talentanya untuk membangkitkan sikap mentalitas sukses kepada sebanyak mungkin orang. "Kita bangsa yang cukup hancur akhir-akhir ini. Satu-satunya jalan adalah pembinaan sikap mental, baru bisa bangkit lagi," tegasnya kepada Edy Zaqeus dari BERwirausaha. Berikut petikan wawancaranya yang diadakan di salah satu kantornya di Jakarta Barat: Apa yang Anda cari dengan aktif menjadi pembicara di berbagai seminar?Memberi dan membagi pengalaman. Kalau kebetulan itu di perusahaan yang basisnya bisnis, ada timbal balik. Tapi kalau di universitas-universitas, anak-anak PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia: red), ya kita hanya memberilah.
Yang menarik, ternyata orang-orang kita itu haus akan pengertian mentalitas atau motivasi.Dengan membagi pengalaman-pengalaman yang saya lewati selama ini, itu jelas dapat merangsang. Ternyata kualitas-kualitas seperti saya ini, yang notabene pendidikan formalnya SDTT -Sekolah Dasar Tidak Tamat- tapi ada satu visi yang bisa diambil melalui perjuangan selama puluhan tahun terakhir. Beraneka ragam kehidupan saya. Dari SDTT, berjuangluar biasa sebagai pelayan toko, memperjuangkan impian sebagai seorang bintang film, memperjuangkan usaha melalui kartu ucapan Harvest, lalu terjun ke dunia MLM, sebagai motivator tim resmi Olimpiade.
Kini makin banyak sekali undangan untuk memberi motivasi. Dari pengalaman Anda sendiri, apa menariknya dalam entrepreneurhip?Satu sikap mental atau cara pandang terhadap kesulitan itu. Cara pandang apa itu sukses. Di Indonesia ini banyak orang kena penyakit mitos. Misalnya, pendidikan saya rendah, saya anaknya pegawai kecil, saya anak orang miskin, anak petani. Kalau itu yang dibuat pedoman,kita habis. Karena sikap mental tadi, membawa dampak keseluruhan.Membuat Anda ini tidak bisa bertanding, karena sudah mikir dulu `saya kan cuma SD, saya kan cuma SMP, cuma SMA'. Yang S-1 pun `bapak saya orang miskin, mungkin saya tidak bisa sukses, hanya sebagai pekerja biasa saja'. Itu mentalitas yang mematikan seluruh pandangan.Mitos itu antara lain pendidikan. Mitos kesehatan, merasa dirinya tidak kuat fisik. Mitos nasib `saya berjuang bagaimanapun saya tidak akan sukses, karena nasib sudah menentukan saya hidup seperti ini'.
Mitos umur `saya sudah tua, ini kerjaan atau bidang anak muda' atau sebaliknya. Mitos kelamin, `dia kan cewek ya bisa, bukan kerjaan lelaki'. Mitos warna kulit `saya kan item, dia kan orang Tionghoa kulitnya putih bisa sukses'. Ini semua penyakit-penyakit mitos, tidakberlaku. Maka dalam kehidupan saya, saya ringkas dalam satu kalimat; SUCCESS IS MY RIGHT. Sukses adalah hak saya. Inti seminar saya itu, dengan moto kata-kata mutiara "Kesuksesan bukan milik orang-orang tertentu.
Sukses milik Anda, milik saya, dan milik siapa saja yang benar-benar menyadari, menginginkan, dan memperjuangkan dengan sepenuh hati".Banyak orang terbelenggu mitos-mitos itu?Banyak sekali, sangat banyak. Saya lihat di seminar-seminar saya. Di atlet saja ada kok. Atlet PBSI yang top semua itu juga kena mitos berat, mitos susah. Penyakit juga yang membuat orang susah bangkit.Cara untuk keluar dari belenggu itu?Mental! Mental kan butuh pengertian. Tanpa disentuh itu, bagaimana bisa bangkit wong dia sendiri tidak tahu? Tahunya mau kerja merasa tidak bisa. Ini perlu dikuak dulu! Nah, itu tugas saya sekarang. Dengan begitu saya merasa membantu negara.Kadang ketika mau berwirausaha, soal modal dan risiko menjadi kendala utama..Dua penyakit itu yang paling berat. Takut ambil risiko dan tidak punya modal.
Saya mulai justru dengan keduanya itu tidak ada. Saat saya mulai kartu Harvest tahun 1985, tidak ada modal sama sekali. Saya cuma punya ide. Jadi dalam proses perjuangan dulu, saya punya kata-kata mutiara, "Harga sebuah kegagalan dan kesuksesan bukan dinilai dari hasil akhir, tapi dinilai dari proses perjuangannya". Jadi saya pulang dari Taiwan bikin kata-kata mutiara ini. Orang mikir saya gagal sebagai bintang film karena tidak ada satu film pun saya bintangi sebagai bintang utama. Tapi saya pikir itu sukses! Sukses dalam perjuangan. Maka proses itulah nilai investasi yang paling tinggi.
Prosesnya!Waktu saya punya ide membuat kartu kata-kata mutiara, saya tidak punya modal. Maka saya pasang iklan ngajar Kung Fu. Kumpulin uang buat modal. Jadi berangkat tanpa modal. Tapi mana yang mendahului? Ide! Ide itu yang mendahului, saya pasti berhasil. Jadi embrionya pengertian "Success is My Right" tadi. Karena ada pengertian itu, munculkeberanian untuk mencoba. Ada nggak keuletan? Pasti! Masalah-masalah itu jadi kecil karena kita berani menghadapi sesuai dengan pengertian kita, bahwa saya pasti berhasil. Risiko? Udah nggak ngerti lagi apa itu risiko! Jalan aja, risiko itu kan nanti? Maka harus berani ambil keputusan mencoba. Kalau sudah berani ambil keputusan mencoba, pastiberani risiko. Risiko gagal, wong sekarang nol kok gagal? Berangkatnya kan nol? Nothing to lose, always win! Bagaimana Anda bisa memelihara spirit dari dalam, penuh motivasi terus-menerus?Kalau secara singkat bahasa rohani mengatakan..karunia. Tapi ingat itu ilmu yang bisa dipelajari oleh siapa saja. Karena saya terbiasa dalam latihan Kung Fu yang saya namakan Hap Kun Do, ini menghilhami saya.
Harus selalu konsisten mentalnya, terjaga. Terutama kemauan, kepercayaan diri, komitmen, konsekuen, satria, berani, tanggung jawab, disiplin, moralitas. Itu semua kelompok karakteristik yang harus dimiliki orang yang mau berhasil. Kapan berhentinya? Ini tidakberhenti sampai kita mati. Hidup terus. Kok begini? Ini sebetulnya konsisten yang benar. Karena sedikit yang konsisten, jadi luar biasa saya. Padahal itu biasa saja.Bagaimana ilmu beladiri bisa memberi spirit dan selalu mengilhami seperti itu?Karena di dalam Kung Fu sebenarnya adalah pelatihan fisik yang menghasilkan mental. Kalau kita tertekan fisiknya karena latihan fisik, itu akan menghasilkan pengkristalan kekuatan mental. Kalau latihan ndak kuat, dipaksa dikit! Ndak kuat, dipaksa dikit! Itu samadengan kita mengalami penderitaan. Begitu mengalami penderitaan kita tahan, tahan, ternyata ya kuat. Jadi kekuatan mental menghadapi masalah itu jadi tumbuh. Dengan teriakan (dalam latihan beladiri: red), itu aktualisasi diri akan muncul. Dari aktualisasi itu akanmenimbulkan kepercayaan diri.
Membuka keyakinan diri.Kalau dianalogikan dengan risiko bisnis?Nyemplung saja! Satu-satunya jalan seseorang dinilai luar biasa bukan dari banyaknya prestasi yang dihasilkan. Tapi dari berapa banyak masalah yang dihadapi. Itu baru luar biasa. Kalau kita orang kaya luar biasa, itu kan orang punya uang banyak, bukan orang sukses? Orang sukses dinilai dari bagaimana dia menghadapi masalah dengan tenang dan berani. Kalau orang seperti ini, ndak ngerti itu risiko. Yang tahu saya berhasil. Semangat seperti ini perlu dibudidayakan di Indonesia.Kita bangsa yang cukup hancur akhir-akhir ini. Satu-satunya jalan adalah pembinaan sikap mental, baru bisa bangkit lagi.Mengisi peran pembinaan sikap mental itu, pilih institusi formal atau non formal?Dua-duanya. Contohnya sudah lebih dari 15 universitas, pelantikan dari S-2 sampai S-3. Dari perusahaan-perusahaan, perbankan, semua lini yang paling top pun sudah saya masuki. Di situ itu butuh motivasi. Karena motivasi tidak bicara status, bukan milik orang sekolahan, tidak juga milik tukang sapu, tidak juga milik presiden. Semuanya! Itu soal mentalitas, maka jangan bicara status. Semuanya! Lha, bangsa kita saat ini membutuhkan pembangunan karakter. Ini yang lebih penting. Kalau itu ada, berduyun-duyun bersama-sama, kita adakan hari ini. Sebulan saja setelah hari ini, pasti berubah. Satu tahun kemudian, berubah atau berubah? Pasti berubah! Masalah sikap mental seperti contoh tadi, itu yang perlu dikembang-biakkan.Dikaitkan dengan perubahan sikap mental itu, apa yang mesti dilakukan orang-orang muda?Anak-anak muda sekarang ini harus belajar nilai sebuah sikap mental.Anak-anak sekolah ini kan tonggak bangsa yang dimiliki? Isinya berantem, bunuh-bunuhan. Kalau kita lihat sebagai cermin, bagaimana orang kayak gini bisa tumbuh dengan baik? Wong isinya keras sama orang lain, bukan keras terhadap diri sendiri? Itu tidak tahu sama sekaliapa artinya mental.
Itu berarti harus step by step. Orang mau berjuang, masih nggak berhasil, kita harus beritahu mentalmu begini.Kualitas bangsa ini lagi turun semua, itu yang saya lihat. Disiplin nasional sekarang ini mundur atau maju? Jauh, berantakan! Kita bertaruh aja, Rp1 lawan Rp1 juta; di lampu merah begitu merah, ada nggak yang nyerobot? Waktu mau hijau, keluar semua, udah tidak adayang tertib. Itu juga mental! Itu kalau kita tidak punya, bagaimana kita berjuang kalau melawan negara lain? Itu tugas kita!Bagaimana dengan orang tua yang hanya menyerahkan begitu saja pendidikan anak di sekolah?Orang tua itu juga tidak tahu.
Maka bangsa ini harus mengembangkan, membudidayakan, mentradisikan, mengumandangkan pentingnya nilai sikap mental. Termasuk (institusi) yang formal ataupun informal. Keduanya sangat banyak yang tidak tahu. Sekolah-sekolah saja, pulang berantakan. Yang tarung itu berapa banyak, yang ketularan juga banyak. Segelintir saja yang mengerti soal ini.
Buat saya, anak-anak muda ini number one. Dalam masa transisi ini, sepuluh tahun mendatang generasi muda ini yang lebih penting. Kalau mereka sekarang disiapkan dengan matang, ya jalan, berproses. Sepuluh tahun kemudian baru diketahui kualitas manusia Indonesia.
*/ Andri wongso
Lamarannya ke perusahaan film Hong Kong diterima. Ia sempat tiga tahun mengadu nasib dan membintangi film "Kung Fu Executioner" dan "Fistful of Talon", serta satu film nasional "Surga di Telapak Kaki Ibu".Ternyata dunia film tidak memberi sesuatu seperti yang diimpi-impikan sebelumnya. Orang beranggapan Andrie gagal karena tak sekalipun jadi bintang utama.
Namun ia menilai dirinya sudah sukses. Sukses dalam proses mencari jatidiri dan berani memiliki imajinasi untuk mewujudkan cita-citanya. "Sukses dalam perjuangan. Maka proses itulah nilai investasi yang paling tinggi. Prosesnya!," tegas suami Haryanti Leny Suharto itu. Dan "kegagalan" itulah yang akhirnya justru membukakan lembaran baru bagi ayah dari Vicky, Vendy, dan Valdy ini.Tahun 1985 ia merintis bisnis kartu ucapan kata-kata mutiara dari tempat kosnya. Di luar dugaan, usaha kartu-kartu inspiratifnya berkembang pesat. Lalu ia dirikan MLM Forever Young, Action & Wisdom Motivation Training, serta memiliki perusahaan hologram dan software.
Kegemarannya berbagi spirit kesuksesan menjadikannya seorang motivator yang luar biasa. Ia telah berbicara di banyak perguruan tinggi dan perusahaan komersil. Bersama pengamat bisnis dan manajemen Renald Kasali, ia membagi elan entrepreneurship di seluruh nusantara, selama tiga bulan berturut-turut tahun 2002 ini.Andrie ada dibalik sukses Tim Bulu Tangkis Olimpiade Sidney dan Thomas & Uber Cup tahun 2000. Kemenangan gemilang Tim Thomas Cup Mei 2002 lalu juga berkat sentuhan motivasinya.
Kini selain terus berwiraswasta, ia mendedikasikan talentanya untuk membangkitkan sikap mentalitas sukses kepada sebanyak mungkin orang. "Kita bangsa yang cukup hancur akhir-akhir ini. Satu-satunya jalan adalah pembinaan sikap mental, baru bisa bangkit lagi," tegasnya kepada Edy Zaqeus dari BERwirausaha. Berikut petikan wawancaranya yang diadakan di salah satu kantornya di Jakarta Barat: Apa yang Anda cari dengan aktif menjadi pembicara di berbagai seminar?Memberi dan membagi pengalaman. Kalau kebetulan itu di perusahaan yang basisnya bisnis, ada timbal balik. Tapi kalau di universitas-universitas, anak-anak PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia: red), ya kita hanya memberilah.
Yang menarik, ternyata orang-orang kita itu haus akan pengertian mentalitas atau motivasi.Dengan membagi pengalaman-pengalaman yang saya lewati selama ini, itu jelas dapat merangsang. Ternyata kualitas-kualitas seperti saya ini, yang notabene pendidikan formalnya SDTT -Sekolah Dasar Tidak Tamat- tapi ada satu visi yang bisa diambil melalui perjuangan selama puluhan tahun terakhir. Beraneka ragam kehidupan saya. Dari SDTT, berjuangluar biasa sebagai pelayan toko, memperjuangkan impian sebagai seorang bintang film, memperjuangkan usaha melalui kartu ucapan Harvest, lalu terjun ke dunia MLM, sebagai motivator tim resmi Olimpiade.
Kini makin banyak sekali undangan untuk memberi motivasi. Dari pengalaman Anda sendiri, apa menariknya dalam entrepreneurhip?Satu sikap mental atau cara pandang terhadap kesulitan itu. Cara pandang apa itu sukses. Di Indonesia ini banyak orang kena penyakit mitos. Misalnya, pendidikan saya rendah, saya anaknya pegawai kecil, saya anak orang miskin, anak petani. Kalau itu yang dibuat pedoman,kita habis. Karena sikap mental tadi, membawa dampak keseluruhan.Membuat Anda ini tidak bisa bertanding, karena sudah mikir dulu `saya kan cuma SD, saya kan cuma SMP, cuma SMA'. Yang S-1 pun `bapak saya orang miskin, mungkin saya tidak bisa sukses, hanya sebagai pekerja biasa saja'. Itu mentalitas yang mematikan seluruh pandangan.Mitos itu antara lain pendidikan. Mitos kesehatan, merasa dirinya tidak kuat fisik. Mitos nasib `saya berjuang bagaimanapun saya tidak akan sukses, karena nasib sudah menentukan saya hidup seperti ini'.
Mitos umur `saya sudah tua, ini kerjaan atau bidang anak muda' atau sebaliknya. Mitos kelamin, `dia kan cewek ya bisa, bukan kerjaan lelaki'. Mitos warna kulit `saya kan item, dia kan orang Tionghoa kulitnya putih bisa sukses'. Ini semua penyakit-penyakit mitos, tidakberlaku. Maka dalam kehidupan saya, saya ringkas dalam satu kalimat; SUCCESS IS MY RIGHT. Sukses adalah hak saya. Inti seminar saya itu, dengan moto kata-kata mutiara "Kesuksesan bukan milik orang-orang tertentu.
Sukses milik Anda, milik saya, dan milik siapa saja yang benar-benar menyadari, menginginkan, dan memperjuangkan dengan sepenuh hati".Banyak orang terbelenggu mitos-mitos itu?Banyak sekali, sangat banyak. Saya lihat di seminar-seminar saya. Di atlet saja ada kok. Atlet PBSI yang top semua itu juga kena mitos berat, mitos susah. Penyakit juga yang membuat orang susah bangkit.Cara untuk keluar dari belenggu itu?Mental! Mental kan butuh pengertian. Tanpa disentuh itu, bagaimana bisa bangkit wong dia sendiri tidak tahu? Tahunya mau kerja merasa tidak bisa. Ini perlu dikuak dulu! Nah, itu tugas saya sekarang. Dengan begitu saya merasa membantu negara.Kadang ketika mau berwirausaha, soal modal dan risiko menjadi kendala utama..Dua penyakit itu yang paling berat. Takut ambil risiko dan tidak punya modal.
Saya mulai justru dengan keduanya itu tidak ada. Saat saya mulai kartu Harvest tahun 1985, tidak ada modal sama sekali. Saya cuma punya ide. Jadi dalam proses perjuangan dulu, saya punya kata-kata mutiara, "Harga sebuah kegagalan dan kesuksesan bukan dinilai dari hasil akhir, tapi dinilai dari proses perjuangannya". Jadi saya pulang dari Taiwan bikin kata-kata mutiara ini. Orang mikir saya gagal sebagai bintang film karena tidak ada satu film pun saya bintangi sebagai bintang utama. Tapi saya pikir itu sukses! Sukses dalam perjuangan. Maka proses itulah nilai investasi yang paling tinggi.
Prosesnya!Waktu saya punya ide membuat kartu kata-kata mutiara, saya tidak punya modal. Maka saya pasang iklan ngajar Kung Fu. Kumpulin uang buat modal. Jadi berangkat tanpa modal. Tapi mana yang mendahului? Ide! Ide itu yang mendahului, saya pasti berhasil. Jadi embrionya pengertian "Success is My Right" tadi. Karena ada pengertian itu, munculkeberanian untuk mencoba. Ada nggak keuletan? Pasti! Masalah-masalah itu jadi kecil karena kita berani menghadapi sesuai dengan pengertian kita, bahwa saya pasti berhasil. Risiko? Udah nggak ngerti lagi apa itu risiko! Jalan aja, risiko itu kan nanti? Maka harus berani ambil keputusan mencoba. Kalau sudah berani ambil keputusan mencoba, pastiberani risiko. Risiko gagal, wong sekarang nol kok gagal? Berangkatnya kan nol? Nothing to lose, always win! Bagaimana Anda bisa memelihara spirit dari dalam, penuh motivasi terus-menerus?Kalau secara singkat bahasa rohani mengatakan..karunia. Tapi ingat itu ilmu yang bisa dipelajari oleh siapa saja. Karena saya terbiasa dalam latihan Kung Fu yang saya namakan Hap Kun Do, ini menghilhami saya.
Harus selalu konsisten mentalnya, terjaga. Terutama kemauan, kepercayaan diri, komitmen, konsekuen, satria, berani, tanggung jawab, disiplin, moralitas. Itu semua kelompok karakteristik yang harus dimiliki orang yang mau berhasil. Kapan berhentinya? Ini tidakberhenti sampai kita mati. Hidup terus. Kok begini? Ini sebetulnya konsisten yang benar. Karena sedikit yang konsisten, jadi luar biasa saya. Padahal itu biasa saja.Bagaimana ilmu beladiri bisa memberi spirit dan selalu mengilhami seperti itu?Karena di dalam Kung Fu sebenarnya adalah pelatihan fisik yang menghasilkan mental. Kalau kita tertekan fisiknya karena latihan fisik, itu akan menghasilkan pengkristalan kekuatan mental. Kalau latihan ndak kuat, dipaksa dikit! Ndak kuat, dipaksa dikit! Itu samadengan kita mengalami penderitaan. Begitu mengalami penderitaan kita tahan, tahan, ternyata ya kuat. Jadi kekuatan mental menghadapi masalah itu jadi tumbuh. Dengan teriakan (dalam latihan beladiri: red), itu aktualisasi diri akan muncul. Dari aktualisasi itu akanmenimbulkan kepercayaan diri.
Membuka keyakinan diri.Kalau dianalogikan dengan risiko bisnis?Nyemplung saja! Satu-satunya jalan seseorang dinilai luar biasa bukan dari banyaknya prestasi yang dihasilkan. Tapi dari berapa banyak masalah yang dihadapi. Itu baru luar biasa. Kalau kita orang kaya luar biasa, itu kan orang punya uang banyak, bukan orang sukses? Orang sukses dinilai dari bagaimana dia menghadapi masalah dengan tenang dan berani. Kalau orang seperti ini, ndak ngerti itu risiko. Yang tahu saya berhasil. Semangat seperti ini perlu dibudidayakan di Indonesia.Kita bangsa yang cukup hancur akhir-akhir ini. Satu-satunya jalan adalah pembinaan sikap mental, baru bisa bangkit lagi.Mengisi peran pembinaan sikap mental itu, pilih institusi formal atau non formal?Dua-duanya. Contohnya sudah lebih dari 15 universitas, pelantikan dari S-2 sampai S-3. Dari perusahaan-perusahaan, perbankan, semua lini yang paling top pun sudah saya masuki. Di situ itu butuh motivasi. Karena motivasi tidak bicara status, bukan milik orang sekolahan, tidak juga milik tukang sapu, tidak juga milik presiden. Semuanya! Itu soal mentalitas, maka jangan bicara status. Semuanya! Lha, bangsa kita saat ini membutuhkan pembangunan karakter. Ini yang lebih penting. Kalau itu ada, berduyun-duyun bersama-sama, kita adakan hari ini. Sebulan saja setelah hari ini, pasti berubah. Satu tahun kemudian, berubah atau berubah? Pasti berubah! Masalah sikap mental seperti contoh tadi, itu yang perlu dikembang-biakkan.Dikaitkan dengan perubahan sikap mental itu, apa yang mesti dilakukan orang-orang muda?Anak-anak muda sekarang ini harus belajar nilai sebuah sikap mental.Anak-anak sekolah ini kan tonggak bangsa yang dimiliki? Isinya berantem, bunuh-bunuhan. Kalau kita lihat sebagai cermin, bagaimana orang kayak gini bisa tumbuh dengan baik? Wong isinya keras sama orang lain, bukan keras terhadap diri sendiri? Itu tidak tahu sama sekaliapa artinya mental.
Itu berarti harus step by step. Orang mau berjuang, masih nggak berhasil, kita harus beritahu mentalmu begini.Kualitas bangsa ini lagi turun semua, itu yang saya lihat. Disiplin nasional sekarang ini mundur atau maju? Jauh, berantakan! Kita bertaruh aja, Rp1 lawan Rp1 juta; di lampu merah begitu merah, ada nggak yang nyerobot? Waktu mau hijau, keluar semua, udah tidak adayang tertib. Itu juga mental! Itu kalau kita tidak punya, bagaimana kita berjuang kalau melawan negara lain? Itu tugas kita!Bagaimana dengan orang tua yang hanya menyerahkan begitu saja pendidikan anak di sekolah?Orang tua itu juga tidak tahu.
Maka bangsa ini harus mengembangkan, membudidayakan, mentradisikan, mengumandangkan pentingnya nilai sikap mental. Termasuk (institusi) yang formal ataupun informal. Keduanya sangat banyak yang tidak tahu. Sekolah-sekolah saja, pulang berantakan. Yang tarung itu berapa banyak, yang ketularan juga banyak. Segelintir saja yang mengerti soal ini.
Buat saya, anak-anak muda ini number one. Dalam masa transisi ini, sepuluh tahun mendatang generasi muda ini yang lebih penting. Kalau mereka sekarang disiapkan dengan matang, ya jalan, berproses. Sepuluh tahun kemudian baru diketahui kualitas manusia Indonesia.
*/ Andri wongso
Terima Kasih Mah, I Love You............
"Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlahkamu memenuhi hukum Kristus." (Galatia 6: 2) Saat duduk makan bersama, anak saya berkata, "Masakan mamah paling enaaak dan enaaaak dan enak sekali". Kemudian dia turun dari tempat duduknya, mendekatikursi tempat saya duduk, dan tiba-tiba dia memeluk saya, mencium kedua pipi saya dan spontan mengatakan,"Terima kasih, Mah, I love you!"
Saya terpana seketika, senang; tidak bisa menggambarkan perasaan saya dengan kata-kata dan segala rasa lelah karena menyiapkan hidangan untuk makan hilang lenyap; digantikan perasaan sukacita karena anak saya telah bisa menghargai dan mengungkapkan perasaannya secara nyata.
Saya yakin betapa banyak ibu-ibu mendambakan hal seperti yang saya alami di atas. Tapi bagaimana mereka bisa mengalaminya, kalau buah hati mereka merespon panggilanpun tidak; anak mereka tidak bisa merasakan kecupan ibunya semenjak lahir; anak mereka tidak bisa melihat senyum hangat dari ibunya.
Ada yang karena keadaan fisiknya tidak normal, atau juga karena cacat bawaan sejak lahir, kekurangan gizi karena orang tuanya hidup dalam kemiskinan sehingga perkembangan anaknya menjadi terbelakang.
Semuanya bukan karena orangtuanya tidak mau melakukan sesuatu untuk penyembuhan buah hati mereka tapi karena keadaan ekonomi keluarga yang memang tidak memungkinkan; jangankan untuk biaya kesehatan, untuk makan dan keperluan sehari-haripun harus kembang-kempis, tutup lubang gali lubang. Mungkin di antara mereka ada yang berada ditengah-tengah kita saat duduk bersama dalam persekutuan Jemaat di hari Minggu.
Adakah kita mau berbagi dengan mereka? Seringkali kita hanya memikirkan diri sendiri atau anak-anak kita saja. Kita rela memberikan yang terbaik untuk anak kita saja, namun kurang mau tahu dengan anak orang lain. Hari ini kita bersama-sama merenungkan kasih Tuhan dan berkat-Nya yang melimpah dalam hidup kita: apakah kita mau mulai menengok ke sekeliling kita dan mulai bergandengan tangan untuk menjadi berkat bagi sesama? Lewat peringatan Hari Anak Nasional, biarlah anak-anak yang membutuhkan kesembuhan ini bisa merasakan lawatan kasih Allah lewat kita. Dan biarlah para ibu bisa terpesona ketika suara mungil itu berkata:
"Terimakasih Mah...... I love you".
Tuhan memberkati kita untuk menjadi saluran berkat bagi yang membutuhkannya.
e-Binaguru
Saya terpana seketika, senang; tidak bisa menggambarkan perasaan saya dengan kata-kata dan segala rasa lelah karena menyiapkan hidangan untuk makan hilang lenyap; digantikan perasaan sukacita karena anak saya telah bisa menghargai dan mengungkapkan perasaannya secara nyata.
Saya yakin betapa banyak ibu-ibu mendambakan hal seperti yang saya alami di atas. Tapi bagaimana mereka bisa mengalaminya, kalau buah hati mereka merespon panggilanpun tidak; anak mereka tidak bisa merasakan kecupan ibunya semenjak lahir; anak mereka tidak bisa melihat senyum hangat dari ibunya.
Ada yang karena keadaan fisiknya tidak normal, atau juga karena cacat bawaan sejak lahir, kekurangan gizi karena orang tuanya hidup dalam kemiskinan sehingga perkembangan anaknya menjadi terbelakang.
Semuanya bukan karena orangtuanya tidak mau melakukan sesuatu untuk penyembuhan buah hati mereka tapi karena keadaan ekonomi keluarga yang memang tidak memungkinkan; jangankan untuk biaya kesehatan, untuk makan dan keperluan sehari-haripun harus kembang-kempis, tutup lubang gali lubang. Mungkin di antara mereka ada yang berada ditengah-tengah kita saat duduk bersama dalam persekutuan Jemaat di hari Minggu.
Adakah kita mau berbagi dengan mereka? Seringkali kita hanya memikirkan diri sendiri atau anak-anak kita saja. Kita rela memberikan yang terbaik untuk anak kita saja, namun kurang mau tahu dengan anak orang lain. Hari ini kita bersama-sama merenungkan kasih Tuhan dan berkat-Nya yang melimpah dalam hidup kita: apakah kita mau mulai menengok ke sekeliling kita dan mulai bergandengan tangan untuk menjadi berkat bagi sesama? Lewat peringatan Hari Anak Nasional, biarlah anak-anak yang membutuhkan kesembuhan ini bisa merasakan lawatan kasih Allah lewat kita. Dan biarlah para ibu bisa terpesona ketika suara mungil itu berkata:
"Terimakasih Mah...... I love you".
Tuhan memberkati kita untuk menjadi saluran berkat bagi yang membutuhkannya.
e-Binaguru
Resiko Gaya Hidup Modern
BOTOL PLASTIK
Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik (Aqua, VIT, etc.), dan menaruhnya di mobil atau di kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai di botol2 ini, mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh di tempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan memakai botol plastik.
PENGGEMAR SATE
Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker) tetapi timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun setelah makan sate.
UDANG DAN VITAMIN C
Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C!! Karena ini akan menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan yang fatal dalam hitungan jam !!!
MIE INSTAN
Para penggemar Mi Instan. Pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi Mi Instan jika Anda akan meng konsumsinya lagi.Informasi kedokteran bahwa ternyata terdapat lilin yang melapisi Mi Instan. Itu Sebabnya mengapa Mi Instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Jika kita perhatikan Mi China yang berwarna kuning yang biasa ditemukan di pasar, dari hasil pengamatan, mi yang belum dimasak tersebut akan terlihat seperti berminyak. Lapisan minyak ini akan menghindari lengketnya mi tersebut satu dengan lainnya. Mi Wonton yang masih mentah biasanya ditaburkan tepung agar terhindar dari lengket. Ketika tukang masak akan memasak mi, dia memasaknya pertama-tama dalam air panas, kemudian dibilas / ditiriskan dengan air dingin sebelum dimasak dengan air panas lagi. Memasak dan meniriskan dengan cara ini akan dapat menghindari lengketnya mi tersebut satu sama lainnya. Tukang masak memberikan minyak dan saos pada mi tersebut agar tidak menjadi lengket ketika akan dikonsumsi secara kering (tanpa kuah). Aturan masak dalam membuat Spaghetti (Mi Italy) akan dibutuhkan Minyak dan mentega yang ditambahkan terlebih dahulu pada air rebusan Spaghetti untuk menghindari lengketnya pasta tersebut. Konsumsi mie instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker. Aktor SBC (sekarang TCS) pada beberapa tahun yang lalu, karena begitu sibuknya dalam berkarir sehingga tidak punya waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi Mi Instan setiap hari. Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut. Ada seorang pramugari SIA (Singapore Air) yang setelah berhenti dan kemudian menjadi seorang ibu rumah tangga, tidak memasak tetapi hampir selalu mengkonsumsi mi instan setiap kali dia makan. Kemudian akhirnya menderita kanker dan meninggal karenanya.
BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN
Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai "pelindung" makanan. Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan. Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan.Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya. Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang perlu Anda waspadai.
Kertas
Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengan dung timbal Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia, timbal masuk melalui saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem peredaran darah, dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain seperti ginjal, hati,otak, saraf dan tulang. Keracunan timbal ini pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) dan paralysis (kelumpuhan). Keracunan yang terjadi pun bisa bersifat Kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah gampang. Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan koran karena pengetahuan yang kurang dari si penjual. Padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah berpindahnya timbal makanan tersebut. Sebagai usaha pencegahan, taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring.
Styrofoam
Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah, lebih aman, serta ringan.Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkap kan bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada sistem endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan. Saat ini masih banyak restoran -restoran siap saji yang masih menggunakan styrofoam sebagai wadah bagi makanan atau minumannya. Sebisa mungkin Anda harus menghindari penggunaan styrofoam untuk makan! an atau minuman panas, karena sama halnya dengan plastik, suhu yang tinggi menyebabkan perpindahan komponen kimia secara difusi dari styrofoam ke dalam makanan Anda.
Kaleng
Pada umumnya, produk makanan yang dikemas dalam kaleng akan kehilangan citra rasa segarnya dan mengalami penurunan nilai gizi akibat pengolahan dengan suhu tinggi. Satu hal lagi yang juga cukup mengganggu adalah timbulnya rasa taint kaleng atau rasa seperti besi yang timbul akibat coating kaleng tidak sempurna. Bahaya utama pada makanan kaleng adalah tumbuhnya bakteri Clostridium botulinum yang dapat menyebabkan keracunan botulinin. Tanda-tanda keracunan botulinin antara lain tenggo rokan menjadi kaku, mata berkunang-kunang dan kejang-kejang yang membawa kematian karena sukar bernapas. Biasanya bakteri ini tumbuh pada makanan kaleng yang tidak sempurna pengolahannya atau pada kaleng yang bocor sehingga makanan di dalamnya terkontaminasi udara dari luar. Untungnya racun botulinin ini peka terhadap pemanasan. Cermat memilih kaleng kemasan merupakan suatu upaya untuk menghindari bahaya-bahaya yang tidak diinginkan tersebut. Boleh-boleh saja memilih kaleng yang sedikit penyok, asalkan tidak ada kebocoran. Selain itu segera pindahkan sisa makanan kaleng ke tempat lain agar kerusakan kaleng yang terjadi kemudian tidak akan mempengaruhi kualitas makanannya.
Plastik
Setiap hari kita menggunakan plastik, baik untuk mengolah, menyimpan atau mengemas makanan. Ketimbang kemasan tradisional seperti dedaunan atau kulit hewan, plastik memang lebih praktis dan tahan lama. Kelemahannya adalah, plastik tidak tahan panas dan dapat mencemari produk akibat migrasi komponen monomer yang akan berakibat buruk terhadap kesehatan konsumen. Selain itu, plastik juga bermasalah untuk lingkungan karena merupakan bahan yang tidak dapat dihancurkan dengan cepat dan alami(non-biodegradable). Perlu diingat bahwa sebenarnya plastik itu tidak berbau dan berwarna. Jadi hindari penggunaan plastik yang bau dan berwarna gelap untuk membungkus makanan secara langsung. Plastik kresek hitam yang sering digunakan sebagai pembungkus gorengan, gelas plastik yang dipakai untuk air mendidih, botol kemasan air mineral yang diterpa sinar matahari setiap hari, serta penggunaan plastik kiloan untuk membuat ketupat, adlaah contoh-contoh penggunaan kemasan plastic yang salah dan sangat berbahaya. Akibat dari penggunaan plastik yang tidak sesuai dengan fungsinya ini, dikhawatirkan akan terjadi perpindahan komponen kimia dari plastik ke dalam makanan. Beberapa kemasan plastik berasal dari material polyetilen, polypropilen, polyvinylchlorida yang jika dibakar atau dipanaskan dapat menimbulkan dioksin, suatu zat yang sangat beracun dan merupakan penyebab kanker serta dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh seseorang. Menjaga plastik agar tidak berubah selama digunakan sebagai pengemas merupakan cara tentram untuk menghindari bahaya-bahaya tersebut.
*/ human health
Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik (Aqua, VIT, etc.), dan menaruhnya di mobil atau di kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai di botol2 ini, mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh di tempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan memakai botol plastik.
PENGGEMAR SATE
Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker) tetapi timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun setelah makan sate.
UDANG DAN VITAMIN C
Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C!! Karena ini akan menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan yang fatal dalam hitungan jam !!!
MIE INSTAN
Para penggemar Mi Instan. Pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi Mi Instan jika Anda akan meng konsumsinya lagi.Informasi kedokteran bahwa ternyata terdapat lilin yang melapisi Mi Instan. Itu Sebabnya mengapa Mi Instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Jika kita perhatikan Mi China yang berwarna kuning yang biasa ditemukan di pasar, dari hasil pengamatan, mi yang belum dimasak tersebut akan terlihat seperti berminyak. Lapisan minyak ini akan menghindari lengketnya mi tersebut satu dengan lainnya. Mi Wonton yang masih mentah biasanya ditaburkan tepung agar terhindar dari lengket. Ketika tukang masak akan memasak mi, dia memasaknya pertama-tama dalam air panas, kemudian dibilas / ditiriskan dengan air dingin sebelum dimasak dengan air panas lagi. Memasak dan meniriskan dengan cara ini akan dapat menghindari lengketnya mi tersebut satu sama lainnya. Tukang masak memberikan minyak dan saos pada mi tersebut agar tidak menjadi lengket ketika akan dikonsumsi secara kering (tanpa kuah). Aturan masak dalam membuat Spaghetti (Mi Italy) akan dibutuhkan Minyak dan mentega yang ditambahkan terlebih dahulu pada air rebusan Spaghetti untuk menghindari lengketnya pasta tersebut. Konsumsi mie instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker. Aktor SBC (sekarang TCS) pada beberapa tahun yang lalu, karena begitu sibuknya dalam berkarir sehingga tidak punya waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi Mi Instan setiap hari. Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut. Ada seorang pramugari SIA (Singapore Air) yang setelah berhenti dan kemudian menjadi seorang ibu rumah tangga, tidak memasak tetapi hampir selalu mengkonsumsi mi instan setiap kali dia makan. Kemudian akhirnya menderita kanker dan meninggal karenanya.
BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN
Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai "pelindung" makanan. Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan. Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan.Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya. Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang perlu Anda waspadai.
Kertas
Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengan dung timbal Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia, timbal masuk melalui saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem peredaran darah, dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain seperti ginjal, hati,otak, saraf dan tulang. Keracunan timbal ini pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) dan paralysis (kelumpuhan). Keracunan yang terjadi pun bisa bersifat Kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah gampang. Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan koran karena pengetahuan yang kurang dari si penjual. Padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah berpindahnya timbal makanan tersebut. Sebagai usaha pencegahan, taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring.
Styrofoam
Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah, lebih aman, serta ringan.Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkap kan bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada sistem endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan. Saat ini masih banyak restoran -restoran siap saji yang masih menggunakan styrofoam sebagai wadah bagi makanan atau minumannya. Sebisa mungkin Anda harus menghindari penggunaan styrofoam untuk makan! an atau minuman panas, karena sama halnya dengan plastik, suhu yang tinggi menyebabkan perpindahan komponen kimia secara difusi dari styrofoam ke dalam makanan Anda.
Kaleng
Pada umumnya, produk makanan yang dikemas dalam kaleng akan kehilangan citra rasa segarnya dan mengalami penurunan nilai gizi akibat pengolahan dengan suhu tinggi. Satu hal lagi yang juga cukup mengganggu adalah timbulnya rasa taint kaleng atau rasa seperti besi yang timbul akibat coating kaleng tidak sempurna. Bahaya utama pada makanan kaleng adalah tumbuhnya bakteri Clostridium botulinum yang dapat menyebabkan keracunan botulinin. Tanda-tanda keracunan botulinin antara lain tenggo rokan menjadi kaku, mata berkunang-kunang dan kejang-kejang yang membawa kematian karena sukar bernapas. Biasanya bakteri ini tumbuh pada makanan kaleng yang tidak sempurna pengolahannya atau pada kaleng yang bocor sehingga makanan di dalamnya terkontaminasi udara dari luar. Untungnya racun botulinin ini peka terhadap pemanasan. Cermat memilih kaleng kemasan merupakan suatu upaya untuk menghindari bahaya-bahaya yang tidak diinginkan tersebut. Boleh-boleh saja memilih kaleng yang sedikit penyok, asalkan tidak ada kebocoran. Selain itu segera pindahkan sisa makanan kaleng ke tempat lain agar kerusakan kaleng yang terjadi kemudian tidak akan mempengaruhi kualitas makanannya.
Plastik
Setiap hari kita menggunakan plastik, baik untuk mengolah, menyimpan atau mengemas makanan. Ketimbang kemasan tradisional seperti dedaunan atau kulit hewan, plastik memang lebih praktis dan tahan lama. Kelemahannya adalah, plastik tidak tahan panas dan dapat mencemari produk akibat migrasi komponen monomer yang akan berakibat buruk terhadap kesehatan konsumen. Selain itu, plastik juga bermasalah untuk lingkungan karena merupakan bahan yang tidak dapat dihancurkan dengan cepat dan alami(non-biodegradable). Perlu diingat bahwa sebenarnya plastik itu tidak berbau dan berwarna. Jadi hindari penggunaan plastik yang bau dan berwarna gelap untuk membungkus makanan secara langsung. Plastik kresek hitam yang sering digunakan sebagai pembungkus gorengan, gelas plastik yang dipakai untuk air mendidih, botol kemasan air mineral yang diterpa sinar matahari setiap hari, serta penggunaan plastik kiloan untuk membuat ketupat, adlaah contoh-contoh penggunaan kemasan plastic yang salah dan sangat berbahaya. Akibat dari penggunaan plastik yang tidak sesuai dengan fungsinya ini, dikhawatirkan akan terjadi perpindahan komponen kimia dari plastik ke dalam makanan. Beberapa kemasan plastik berasal dari material polyetilen, polypropilen, polyvinylchlorida yang jika dibakar atau dipanaskan dapat menimbulkan dioksin, suatu zat yang sangat beracun dan merupakan penyebab kanker serta dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh seseorang. Menjaga plastik agar tidak berubah selama digunakan sebagai pengemas merupakan cara tentram untuk menghindari bahaya-bahaya tersebut.
*/ human health
Tujuh Kata "Up" Dalam Hidup
*Wake Up (bangun)Pastikan mendapat hari yang baik. Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya! (Mazmur 118:24)
* Dress Up ( berhias)Cara terbaik untuk berhias adalah membubuhkan sebuah senyum. Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati. (1 Samuel 16:7).
* Shut Up (berhenti bicara)Katakanlah hal-hal yang baik dan belajarlah untuk mendengar. Tuhan memberi dua kuping dan satu mulut, jadi Tuhan menginginkan kita mendengar dua kali dan berbicara satu kali. Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya (Amsal 13:3a).
Dengarkanlah nasehat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan (Amsal19:20) .
Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut (Amsal 20:19).
* Stand Up (berdiri)Berdirilah paada hal-hal yang engkau percayai. Berdirilah pada sesuatu atau engkau akan jatuh dalam segala hal. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang (Galatia 6:9-10).
* Look Up (Pandanglah)Pandanglah Tuhan dan katakanlah, Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku (Filipi 4:13).
* Reach Up (capailah)Capailah sesuatu yang lebih tinggi. Selalulah mencoba untuk memperbaiki dirimu.
* Lift Up (naikkan)Naikkan (panjatkan) doa-doamu. Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam Doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
* Dress Up ( berhias)Cara terbaik untuk berhias adalah membubuhkan sebuah senyum. Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati. (1 Samuel 16:7).
* Shut Up (berhenti bicara)Katakanlah hal-hal yang baik dan belajarlah untuk mendengar. Tuhan memberi dua kuping dan satu mulut, jadi Tuhan menginginkan kita mendengar dua kali dan berbicara satu kali. Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya (Amsal 13:3a).
Dengarkanlah nasehat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan (Amsal19:20) .
Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut (Amsal 20:19).
* Stand Up (berdiri)Berdirilah paada hal-hal yang engkau percayai. Berdirilah pada sesuatu atau engkau akan jatuh dalam segala hal. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang (Galatia 6:9-10).
* Look Up (Pandanglah)Pandanglah Tuhan dan katakanlah, Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku (Filipi 4:13).
* Reach Up (capailah)Capailah sesuatu yang lebih tinggi. Selalulah mencoba untuk memperbaiki dirimu.
* Lift Up (naikkan)Naikkan (panjatkan) doa-doamu. Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam Doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
The power of Nonviolence
Dr. Arun Gandhi adalah cucu Mahatma Gandhi dan pendiri Lembaga M.K.Gandhi untuk Tanpa-Kekerasan. Pada tanggal 9 Juni ia memberikan ceramah di Universitas Puerto Rico dan bercerita bagaimana memberikan contoh tanpa-kekerasan yang dapat diterapkan di sebuah keluarga.
Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, di tengah-tengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan. Kami tinggal jauh dipedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tak heran bila saya dan dua saudara perempuan saya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kotauntuk mengunjungi teman atau menonton bioskop. Suatu hari, ayah meminta saya untuk mengantarkan beliau ke kota untuk menghadiri konferensi sehari penuh. Dan, saya sangat gembira dengan kesempatan itu. Tahu bahwa saya akan pergi ke kota, ibu memberikan daftar belanjaan yang ia perlukan. Selain itu, ayah juga meminta saya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang lama tertunda, sepertimemperbaiki mobil di bengkel.
Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata, "Ayah tunggu kau disini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama." Segera saja saya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh ayah saya.
Kemudian, saya pergi ke bioskop. Wah, saya benar-benar terpikat dengan dua permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam menunjukkan pukul 17:30, langsung saya berlari menunju bengkel mobil dan terburu-buru menjemput ayah yang sudah menunggu saya. Saat itu sudah hampir pukul 18:00. Dengan gelisah ayah menanyai saya, "Kenapa kau terlambat?"
Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton film John Wayne sehingga saya menjawab, "Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu."Padahal, ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah menelepon bengkel mobil itu. Dan, kini ayah tahu kalau saya berbohong. Lalu ayah berkata, "Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan kau sehingga kau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran pada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik-baik." Lalu, ayah dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, ayah mulai berjalan kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan sama sekali tidak rata.
Saya tidak bisa meninggalkan ayah, maka selama lima setengah jam, saya mengendarai mobil pelan-pelan di belakang beliau, melihat penderitaan yang dialami oleh ayah hanya karena kebohongan yang bodoh yang saya lakukan. Sejak itu saya tidak pernah akan berbohong lagi.
Seringkali saya berpikir mengenai episode ini dan merasa heran. Seandainya ayah menghukum saya sebagaimana kita menghukum anak-anak kita maka apakah saya akan mendapatkan sebuah pelajaran mengenai tanpa-kekerasan? Saya kira tidak. Saya akanmenderita atas hukuman! itu dan melakukan hal yang sama lagi.
Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa-kekerasan yang sangat luar biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru saja terjadi kemarin. Itulah kekuatan tanpa-kekerasan.
Oleh: Dr. Arun Gandhi
Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, di tengah-tengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan. Kami tinggal jauh dipedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tak heran bila saya dan dua saudara perempuan saya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kotauntuk mengunjungi teman atau menonton bioskop. Suatu hari, ayah meminta saya untuk mengantarkan beliau ke kota untuk menghadiri konferensi sehari penuh. Dan, saya sangat gembira dengan kesempatan itu. Tahu bahwa saya akan pergi ke kota, ibu memberikan daftar belanjaan yang ia perlukan. Selain itu, ayah juga meminta saya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang lama tertunda, sepertimemperbaiki mobil di bengkel.
Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata, "Ayah tunggu kau disini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama." Segera saja saya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh ayah saya.
Kemudian, saya pergi ke bioskop. Wah, saya benar-benar terpikat dengan dua permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam menunjukkan pukul 17:30, langsung saya berlari menunju bengkel mobil dan terburu-buru menjemput ayah yang sudah menunggu saya. Saat itu sudah hampir pukul 18:00. Dengan gelisah ayah menanyai saya, "Kenapa kau terlambat?"
Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton film John Wayne sehingga saya menjawab, "Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu."Padahal, ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah menelepon bengkel mobil itu. Dan, kini ayah tahu kalau saya berbohong. Lalu ayah berkata, "Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan kau sehingga kau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran pada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik-baik." Lalu, ayah dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, ayah mulai berjalan kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan sama sekali tidak rata.
Saya tidak bisa meninggalkan ayah, maka selama lima setengah jam, saya mengendarai mobil pelan-pelan di belakang beliau, melihat penderitaan yang dialami oleh ayah hanya karena kebohongan yang bodoh yang saya lakukan. Sejak itu saya tidak pernah akan berbohong lagi.
Seringkali saya berpikir mengenai episode ini dan merasa heran. Seandainya ayah menghukum saya sebagaimana kita menghukum anak-anak kita maka apakah saya akan mendapatkan sebuah pelajaran mengenai tanpa-kekerasan? Saya kira tidak. Saya akanmenderita atas hukuman! itu dan melakukan hal yang sama lagi.
Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa-kekerasan yang sangat luar biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru saja terjadi kemarin. Itulah kekuatan tanpa-kekerasan.
Oleh: Dr. Arun Gandhi
Selasa, 02 Desember 2008
Good Frien vs Best Friend
Friend: calls your parents by mr. and mrs.
Best friend: calls your parents dad and mom.
Friend: has never seen you cry
Best friend: has always had the best shoulder to cry on
Friend: never asks for anything to eat or drink
Best friend: opens the fridge and makes herself at home
Friend: asks you to write down your number.
Best friend: they ask you for their number (cuz they can't remember it)
Friend: borrows your stuff for a few days then gives it back.
Best friend: has a closet full of your stuff
Friend: only knows a few things about you
Best friend: could write a biography on your life story
Friend: will leave you behind if that is what the crowd is doing
Best friend: will always go with you
Friend: would delete this letter
Best friend: will send this back to me and all of their online buddies
Friends Forever!
Please answer this:Are we friends or are we not?You told me once, but I forgot.. So tell me now and tell me true,
So I can say, I am here for you.Of all the friends I've ever met, You're the ones I won't forget..
And if I die before you do, I'll go to HeavenAnd wait for you.
Show your friends how much you care....
*/ Diana S.
Best friend: calls your parents dad and mom.
Friend: has never seen you cry
Best friend: has always had the best shoulder to cry on
Friend: never asks for anything to eat or drink
Best friend: opens the fridge and makes herself at home
Friend: asks you to write down your number.
Best friend: they ask you for their number (cuz they can't remember it)
Friend: borrows your stuff for a few days then gives it back.
Best friend: has a closet full of your stuff
Friend: only knows a few things about you
Best friend: could write a biography on your life story
Friend: will leave you behind if that is what the crowd is doing
Best friend: will always go with you
Friend: would delete this letter
Best friend: will send this back to me and all of their online buddies
Friends Forever!
Please answer this:Are we friends or are we not?You told me once, but I forgot.. So tell me now and tell me true,
So I can say, I am here for you.Of all the friends I've ever met, You're the ones I won't forget..
And if I die before you do, I'll go to HeavenAnd wait for you.
Show your friends how much you care....
*/ Diana S.
Kerja Adalah Sebuah Kehormatan
Seorang pemuda yang sedang lapar pergi menuju restoran jalanan dan iapun menyantap makanan yang telah dipesan. Saat pemuda itu makan datanglah seorang anak kecil laki-laki menjajakan kue kepada pemuda tersebut, "Pak mau beli kue, Pak?"Dengan ramah pemuda yang sedang makan menjawab "Tidak, saya sedang makan". Anak kecil tersebut tidaklah berputus asa dengan tawaran pertama.Ia tawarkan lagi kue setelah pemuda itu selesai makan, pemuda tersebut menjawab: "Tidak dik saya sudah kenyang".
Setelah pemuda itu membayar ke kasir dan beranjak pergi dari warung kaki lima, anak kecil penjaja kue tidak menyerah dengan usahanya yang sudah hampir seharian menjajakan kue buatan bunda. Mungkin anak kecil ini berpikir "Saya coba lagi tawarkan kue ini kepada bapak itu, siapa tahu kue ini dijadikan oleh-oleh buat orang di rumah". Ini adalah sebuah usaha yang gigih membantu ibunda untuk menyambung kehidupan yang serba pas-pasan ini.Saat pemuda tadi beranjak pergidari warung tersebut anak kecil penjaja kue menawarkan ketiga kali kue dagangan. "Pak mau beli kue saya?", pemudayang ditawarkan jadi risih juga untuk menolak yang ketiga kalinya, kemudiania keluarkan uang Rp 2000,- dari dompet dan ia berikan sebagai sedekah saja.
"Dik ini uang saya kasih, kuenya nggak usah saya ambil, anggap saja ini sedekahan dari saya buat adik".Lalu uang yang diberikan pemuda itu ia ambil dan diberikan kepadapengemisyang sedang meminta-minta. Pemuda tadi jadi bingung, lho ini anak dikasihuang kok malah dikasihkan kepada orang lain. "Kenapa kamu berikan uangtersebut, kenapa tidak kamu ambil?. Anak kecil penjaja kue tersenyumlugu menjawab, "Saya sudah berjanji sama ibu di rumah,ingin menjualkan kuebuatan ibu, bukan jadi pengemis, dan saya akan bangga pulang ke rumah bertemuibu kalau kue buatan ibu terjual habis. Dan uang yang saya berikan kepadaibu hasil usaha kerja keras saya. Ibu saya tidak suka saya jadi pengemis".
Pemuda tadi jadi terkagum dengan kata-kata yang diucapkan anak kecil penjaja kue yang masih sangat kecil buat ukuran seorang anak yang sudah punya etos kerja bahwa "kerja itu adalah sebuah kehormatan", kalau dia tidak sukses bekerja menjajakan kue, ia berpikir kehormatan kerja di hadapan ibunya mempunyainilai yang kurang. Suatu pantangan bagi ibunya,bila anaknya menjadi pengemis, ia ingin setiap ia pulang ke rumah melihat ibu tersenyum menyambut kedatangannya dansenyuman bunda yang tulus ia balas dengan kerja yang terbaik dan menghasilkan uang.
Kemudian pemuda tadi memborong semua kue yang dijajakan lelaki kecil, bukankarena ia kasihan, bukan karena ia lapar tapi karena prinsip yang dimiliki olehanak kecil itu "kerja adalah sebuah kehormatan", ia akan mendapatkan uang kalau ia sudah bekerja dengan baik.Makna yang bisa diambil :Kerja bukanlah masalah uang semata, namun lebih mendalam mempunyai sesuatuarti bagi hidup kita.
Kadang mata kita menjadi "hijau" melihat uang, sampai akhirnyamelupakan apa arti pentingnya kebanggaan profesi yg kita miliki.Bukan masalah tinggi rendah atau besar kecilnya suatu profesi, namun yang lebih penting adalah etos kerja, dalam arti penghargaan terhadap apa yang kita kerjakan.Sekecil apapun yang kita kerjakan, sejauh itu memberikan rasa bangga di dalam diri, maka itu akan memberikan arti besar.
Setelah pemuda itu membayar ke kasir dan beranjak pergi dari warung kaki lima, anak kecil penjaja kue tidak menyerah dengan usahanya yang sudah hampir seharian menjajakan kue buatan bunda. Mungkin anak kecil ini berpikir "Saya coba lagi tawarkan kue ini kepada bapak itu, siapa tahu kue ini dijadikan oleh-oleh buat orang di rumah". Ini adalah sebuah usaha yang gigih membantu ibunda untuk menyambung kehidupan yang serba pas-pasan ini.Saat pemuda tadi beranjak pergidari warung tersebut anak kecil penjaja kue menawarkan ketiga kali kue dagangan. "Pak mau beli kue saya?", pemudayang ditawarkan jadi risih juga untuk menolak yang ketiga kalinya, kemudiania keluarkan uang Rp 2000,- dari dompet dan ia berikan sebagai sedekah saja.
"Dik ini uang saya kasih, kuenya nggak usah saya ambil, anggap saja ini sedekahan dari saya buat adik".Lalu uang yang diberikan pemuda itu ia ambil dan diberikan kepadapengemisyang sedang meminta-minta. Pemuda tadi jadi bingung, lho ini anak dikasihuang kok malah dikasihkan kepada orang lain. "Kenapa kamu berikan uangtersebut, kenapa tidak kamu ambil?. Anak kecil penjaja kue tersenyumlugu menjawab, "Saya sudah berjanji sama ibu di rumah,ingin menjualkan kuebuatan ibu, bukan jadi pengemis, dan saya akan bangga pulang ke rumah bertemuibu kalau kue buatan ibu terjual habis. Dan uang yang saya berikan kepadaibu hasil usaha kerja keras saya. Ibu saya tidak suka saya jadi pengemis".
Pemuda tadi jadi terkagum dengan kata-kata yang diucapkan anak kecil penjaja kue yang masih sangat kecil buat ukuran seorang anak yang sudah punya etos kerja bahwa "kerja itu adalah sebuah kehormatan", kalau dia tidak sukses bekerja menjajakan kue, ia berpikir kehormatan kerja di hadapan ibunya mempunyainilai yang kurang. Suatu pantangan bagi ibunya,bila anaknya menjadi pengemis, ia ingin setiap ia pulang ke rumah melihat ibu tersenyum menyambut kedatangannya dansenyuman bunda yang tulus ia balas dengan kerja yang terbaik dan menghasilkan uang.
Kemudian pemuda tadi memborong semua kue yang dijajakan lelaki kecil, bukankarena ia kasihan, bukan karena ia lapar tapi karena prinsip yang dimiliki olehanak kecil itu "kerja adalah sebuah kehormatan", ia akan mendapatkan uang kalau ia sudah bekerja dengan baik.Makna yang bisa diambil :Kerja bukanlah masalah uang semata, namun lebih mendalam mempunyai sesuatuarti bagi hidup kita.
Kadang mata kita menjadi "hijau" melihat uang, sampai akhirnyamelupakan apa arti pentingnya kebanggaan profesi yg kita miliki.Bukan masalah tinggi rendah atau besar kecilnya suatu profesi, namun yang lebih penting adalah etos kerja, dalam arti penghargaan terhadap apa yang kita kerjakan.Sekecil apapun yang kita kerjakan, sejauh itu memberikan rasa bangga di dalam diri, maka itu akan memberikan arti besar.
NYANYIAN SEORANG KAKAK
Nyanyian seorang kakak Seorang ibu muda, Karen namanya, sedang mengandung bayinya yang kedua. Sebagaimana layaknya para ibu, Karen membantu Michael, anaknya yang pertama yang baru berusia 3 tahun, untuk menerima kehadiran adiknya.
Michael senang sekali. Kerap kali ia menempel kan telinganya di perut ibunya. Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih di perut ibunya itu. Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh di luar dugaan, terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen, "Bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi." Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada yang Kuasa.
Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya bila sewaktu-waktu dipanggil Tuhan. Lain halnya dengan Michael. Sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus! "Mami... aku mau nyanyi buat adik kecil!" Ibunya kurang tanggap. "Mami... aku pengen nyanyi!!" Karen terlalu larut dalam kesedihan dan kekuatirannya. "Mami.... aku kepengen nyanyi!!!" Itu berulang kali diminta Michael bahkan sambil meraung menangis.
Karen tetap menganggap rengekan Michael sebagai rengekan anak kecil. Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak. Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. "Baik, setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung adiknya masih hidup!" batinnya. Ia dicegat oleh suster di depan pintu kamar ICU. "Anak kecil dilarang masuk!" Karen ragu-ragu. "Tapi, suster...." suster tak mau tahu. "Ini peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk!" Karen menatap tajam suster itu, lalu berkata, "Suster, sebelum diizinkan bernyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi! Mungkin ini yang terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya!" Suster terdiam menatap Michael dan berkata, "Tapi tidak boleh lebih dari lima menit!" Demikianlah, kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke ruang ICU.
Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam sakratul maut. Michael menatap lekat adiknya... Lalu dari mulutnya yang kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring "You are my sunshine, my only sunshine, you make me happy when skies are grey...." Ajaib! Si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari kakaknya. "You never know, dear, How much I love you. Please don't take my sunshine away." Denyut nadinya menjadi lebih teratur.
Karen dengan haru melihat dan menatapnya dengan tajam dan, "Terus.... terus Michael! Teruskan sayang...," bisik ibunya sambil menangis. "The other night, dear, as I laid sleeping, I dreamt, I held you in my..." Dan, Sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang.
Pernapasannya lalu menjadi teratur..." I'll always love you and make you happy, if you will only stay the same...." Sang adik kelihatan begitu tenang, sangat tenang. "Lagi sayang..." bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael terus bernyanyi dan.... adiknya kelihatan semakin tenang, rileks dan damai... lalu tertidur lelap.
Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru saja ia saksikan sendiri. Hari berikutnya, satu hari kemudian, si adik bayi sudah diperbolehkan pulang. Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yang menimpa pasien yang satu ini.
Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah terapi ajaib, dan Karen juga suaminya melihatnya sebagai mujizat Kasih Ilahi yang luar biasa, sungguh amat luar biasa! Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati. Benar bahwa memang Kasih Ilahi yang menolongnya.
Dan ingat Kasih Ilahi pun membutuhkan mulut kecil si Michael untuk mengatakan "How much I love you". Dan ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil "Michael" untuk memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan, tidak ada yang mustahil bagi-NYA bila IA menghendaki terjadi.
*/pttwr
Michael senang sekali. Kerap kali ia menempel kan telinganya di perut ibunya. Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih di perut ibunya itu. Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh di luar dugaan, terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen, "Bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi." Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada yang Kuasa.
Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya bila sewaktu-waktu dipanggil Tuhan. Lain halnya dengan Michael. Sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus! "Mami... aku mau nyanyi buat adik kecil!" Ibunya kurang tanggap. "Mami... aku pengen nyanyi!!" Karen terlalu larut dalam kesedihan dan kekuatirannya. "Mami.... aku kepengen nyanyi!!!" Itu berulang kali diminta Michael bahkan sambil meraung menangis.
Karen tetap menganggap rengekan Michael sebagai rengekan anak kecil. Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak. Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. "Baik, setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung adiknya masih hidup!" batinnya. Ia dicegat oleh suster di depan pintu kamar ICU. "Anak kecil dilarang masuk!" Karen ragu-ragu. "Tapi, suster...." suster tak mau tahu. "Ini peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk!" Karen menatap tajam suster itu, lalu berkata, "Suster, sebelum diizinkan bernyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi! Mungkin ini yang terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya!" Suster terdiam menatap Michael dan berkata, "Tapi tidak boleh lebih dari lima menit!" Demikianlah, kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke ruang ICU.
Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam sakratul maut. Michael menatap lekat adiknya... Lalu dari mulutnya yang kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring "You are my sunshine, my only sunshine, you make me happy when skies are grey...." Ajaib! Si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari kakaknya. "You never know, dear, How much I love you. Please don't take my sunshine away." Denyut nadinya menjadi lebih teratur.
Karen dengan haru melihat dan menatapnya dengan tajam dan, "Terus.... terus Michael! Teruskan sayang...," bisik ibunya sambil menangis. "The other night, dear, as I laid sleeping, I dreamt, I held you in my..." Dan, Sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang.
Pernapasannya lalu menjadi teratur..." I'll always love you and make you happy, if you will only stay the same...." Sang adik kelihatan begitu tenang, sangat tenang. "Lagi sayang..." bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael terus bernyanyi dan.... adiknya kelihatan semakin tenang, rileks dan damai... lalu tertidur lelap.
Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru saja ia saksikan sendiri. Hari berikutnya, satu hari kemudian, si adik bayi sudah diperbolehkan pulang. Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yang menimpa pasien yang satu ini.
Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah terapi ajaib, dan Karen juga suaminya melihatnya sebagai mujizat Kasih Ilahi yang luar biasa, sungguh amat luar biasa! Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati. Benar bahwa memang Kasih Ilahi yang menolongnya.
Dan ingat Kasih Ilahi pun membutuhkan mulut kecil si Michael untuk mengatakan "How much I love you". Dan ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil "Michael" untuk memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan, tidak ada yang mustahil bagi-NYA bila IA menghendaki terjadi.
*/pttwr
HE IS MY LAWYER
Saat saya melihat sang Jaksa, dia melirik ke arah saya dan tersenyum licik,menurut saya dia adalah orang tersadis yang pernah saya lihat. Saya dudukdan menoleh ke sebelah saya dan di sana duduk pengacara saya, seorang yanglembut yang sepertinya pernah saya lihat.
Pintu di sudut ruangan terbuka dankeluarlah Hakim dengan pakaian berjubah. Dia menjadikan mata saya terfokuspadanya begitu besar kharismanya.Sesaat setelah Ia duduk; "Mari kita mulai"; kataNya.Sang Jaksa berdiri dan berkata, "Saya bernama Satan dan saya berada di siniuntuk menunjukkan mengapa terdakwa ini adalah milik dunia saya yaituneraka".Dia meneruskan perkataannya dengan mengatakan semua kebohongan yang pernahsaya katakan; barang yang sayacuri di masa dulu; dan saat saya menipu orang lain.
Saya begitu malu sampai sampai saya tidak mampu untuk mengangkat kepalasaya, melihat ke pengacara sayapun saya malu. Satan terus mengatakankesalahan kesalahan saya .. yang kebanyakan sudah tidak saya ingat.Saat Satan mengatakan semuanya itu ... sayapun merasa kesal dan sedihterhadap pengacara saya yang hanya diam dan tidak mencoba membela saya.
Saya berpikir memang semua itu benar tapi tidak sedikit juga saya berbuatbaik di dunia semasa saya hidup dan saya pikir semua itu bisa dibandingkandengan kesalahan saya tersebut ya kira kira sebandinglah.Satan selesai dengan nafas menggebu dan berkata "Orang ini milik neraka, diabersalah atas semua yang saya katakan dan tidak ada satu orangpun yang dapatmengambilnya dariku".
Kemudian tiba giliran pengacara saya, pertama Dia minta untuk diijinkanmenghampiri sang Hakim.Hakim mengijinkan walau sempat disanggah oleh sang Satan.Saat pengacara saya berdiri dan mulai menghampiri sang Hakim; saat dapatmelihat Dia secara utuh penuh dengan kemuliaanNya.Saat itu saya baru tersadar mengapa Dia kelihatan begitu familiar ......Diaadalah Yesus, Tuhan dan Rajaku.....Dia berhenti pada meja Hakim dan berbisik padanya "Hallo Ayah" dan berbaliksambil berkata " Semua yang Satan katakan adalah benar bahwa orang ini telahberdosa, Saya tidak akan menyanggah argument tadi.
Dan benar upah dosa adalah maut... orang ini pantas dihukum !!!".Yesus menarik nafas dalam-dalam dan berbalik menatap Hakim dan berkata"Tetapi, saya telah mati di kayu salib sehingga orang ini beroleh hidup yangkekal dan dia telah menerima saya sebagai penyelamatnya, jadi dia adalahmilik-Ku".
Tuhanku melanjutkan kalimatNya "Namanya tertulis dalam kitab kehidupan dantidak ada satu orangpun yang dapat mengambilnya daripadaKu.Satan masih saja tidak mengerti, orang ini tidak memerlukan keadilan,melainkan belas kasihlah yang ia perlukan".
Yesus duduk lalu berkata " Tidak ada hal lain yang perlu dilakukan semuanyatelah Aku selesaikan".Sang Hakim lalu mengangkat palunya dan Blammmmmm; lalu terdengar Dia berkata"Orang ini bebas dari segala tuduhan karena ia telah di bayarkan penuh,kasus ditutup !!!!".
Saat Yesus menggandeng tangan saya, sempat terdengar Satan menggerutu "Sayatidak akan berhenti, saya akan menang lain kali".Lalu saya memberanikan diri bertanya pada Yesus; "Bapa pernahkah Engkaukalah dalam kasus seperti ini ???".
Yesus tersenyum dan berkata "Semua yang datang kepadaKu dan minta Aku untukmewakili mereka telah menerima hasil yang sama seperti kasusmu ini.... semuatelah dibayarkan penuh !!!".
*/ e-Bingur
Pintu di sudut ruangan terbuka dankeluarlah Hakim dengan pakaian berjubah. Dia menjadikan mata saya terfokuspadanya begitu besar kharismanya.Sesaat setelah Ia duduk; "Mari kita mulai"; kataNya.Sang Jaksa berdiri dan berkata, "Saya bernama Satan dan saya berada di siniuntuk menunjukkan mengapa terdakwa ini adalah milik dunia saya yaituneraka".Dia meneruskan perkataannya dengan mengatakan semua kebohongan yang pernahsaya katakan; barang yang sayacuri di masa dulu; dan saat saya menipu orang lain.
Saya begitu malu sampai sampai saya tidak mampu untuk mengangkat kepalasaya, melihat ke pengacara sayapun saya malu. Satan terus mengatakankesalahan kesalahan saya .. yang kebanyakan sudah tidak saya ingat.Saat Satan mengatakan semuanya itu ... sayapun merasa kesal dan sedihterhadap pengacara saya yang hanya diam dan tidak mencoba membela saya.
Saya berpikir memang semua itu benar tapi tidak sedikit juga saya berbuatbaik di dunia semasa saya hidup dan saya pikir semua itu bisa dibandingkandengan kesalahan saya tersebut ya kira kira sebandinglah.Satan selesai dengan nafas menggebu dan berkata "Orang ini milik neraka, diabersalah atas semua yang saya katakan dan tidak ada satu orangpun yang dapatmengambilnya dariku".
Kemudian tiba giliran pengacara saya, pertama Dia minta untuk diijinkanmenghampiri sang Hakim.Hakim mengijinkan walau sempat disanggah oleh sang Satan.Saat pengacara saya berdiri dan mulai menghampiri sang Hakim; saat dapatmelihat Dia secara utuh penuh dengan kemuliaanNya.Saat itu saya baru tersadar mengapa Dia kelihatan begitu familiar ......Diaadalah Yesus, Tuhan dan Rajaku.....Dia berhenti pada meja Hakim dan berbisik padanya "Hallo Ayah" dan berbaliksambil berkata " Semua yang Satan katakan adalah benar bahwa orang ini telahberdosa, Saya tidak akan menyanggah argument tadi.
Dan benar upah dosa adalah maut... orang ini pantas dihukum !!!".Yesus menarik nafas dalam-dalam dan berbalik menatap Hakim dan berkata"Tetapi, saya telah mati di kayu salib sehingga orang ini beroleh hidup yangkekal dan dia telah menerima saya sebagai penyelamatnya, jadi dia adalahmilik-Ku".
Tuhanku melanjutkan kalimatNya "Namanya tertulis dalam kitab kehidupan dantidak ada satu orangpun yang dapat mengambilnya daripadaKu.Satan masih saja tidak mengerti, orang ini tidak memerlukan keadilan,melainkan belas kasihlah yang ia perlukan".
Yesus duduk lalu berkata " Tidak ada hal lain yang perlu dilakukan semuanyatelah Aku selesaikan".Sang Hakim lalu mengangkat palunya dan Blammmmmm; lalu terdengar Dia berkata"Orang ini bebas dari segala tuduhan karena ia telah di bayarkan penuh,kasus ditutup !!!!".
Saat Yesus menggandeng tangan saya, sempat terdengar Satan menggerutu "Sayatidak akan berhenti, saya akan menang lain kali".Lalu saya memberanikan diri bertanya pada Yesus; "Bapa pernahkah Engkaukalah dalam kasus seperti ini ???".
Yesus tersenyum dan berkata "Semua yang datang kepadaKu dan minta Aku untukmewakili mereka telah menerima hasil yang sama seperti kasusmu ini.... semuatelah dibayarkan penuh !!!".
*/ e-Bingur
Apakah Cinta Itu?
Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.
Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik,
akan memberi kesusahan untuk menguji kita.
Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.
Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya.
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti,
namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu,
Ia telah siap memberi yang lebih baik.
Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai,
Kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.
Jika ingin berlari, belajarlah berjalan dahulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.
Pada akhirnya,
lebih baik menunggu orang yang kita inginkan,
ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai,
ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat,
Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah,
karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.
Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,
Kota Roma tidak dibangun dalam sehari,
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.
Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama,
Dan penantian kita tidaklah sia-sia.
Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal
- iman, keberanian, dan pengharapan
- penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.
akhirnya.
Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.
*/Joko M.
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.
Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik,
akan memberi kesusahan untuk menguji kita.
Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.
Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya.
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti,
namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu,
Ia telah siap memberi yang lebih baik.
Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai,
Kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.
Jika ingin berlari, belajarlah berjalan dahulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.
Pada akhirnya,
lebih baik menunggu orang yang kita inginkan,
ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai,
ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat,
Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah,
karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.
Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,
Kota Roma tidak dibangun dalam sehari,
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.
Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama,
Dan penantian kita tidaklah sia-sia.
Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal
- iman, keberanian, dan pengharapan
- penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.
akhirnya.
Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.
*/Joko M.
Kepiting
Di Filipina, masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap dan memakan kepiting sawah. Kepiting itu ukurannya kecil, namun rasanya cukup lezat. Kepiting-kepiting itu ditangkap pada malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom, tanpa diikat.
Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini akan direbus, lalu disantap untuk lauk selama beberapa hari.Yang menarik, tentu saja kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat. Namun, seorang penangkap kepiting yang handal selalu tenang meskipun hasil buruannya selalu berusaha meloloskan diri.Jurusnya hanya satu, si penangkap tahu betul sifat para kepiting itu.
Jika ada seekor kepiting yang nyaris meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar. Bila ada lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom, lagi-lagi temannya akan menariknya turun. Begitu seterusnya, sampai akhirnya tak seekor kepiting pun yang berhasil kabur dari baskom. Keesokan harinya, sang penangkap tinggal merebus mereka semua dan matilah sekawanan kepiting yang dengki itu.Begitu pula dalam kehidupan ini, tanpa sadar kita juga terkadang menjadi seperti kepiting-kepiting itu.
Yang seharusnya bergembira jika teman atau saudara kita meraih keberhasilan, kita malahan berprasangka buruk: jangan-jangan keberhasilan itu diraihnya dengan jalan yang tidak benar.Apalagi dalam bisnis atau bidang lain yang mengandung unsur kompetisi. Sifat iri, tak mau kalah, atau munafik, akan semakin nyata dan kalau tidak segera kita sadari, tanpa sadar kita sudah membunuh diri kita sendiri.
Kesuksesan akan datang kalau kita bisa menyadari bahwa di dalam belajar, bisnis atau persaingan yang penting bukan siapa yang menang, namun terlebih penting dari itu seberapa jauh kita bisa mengembangkan diri kita seutuhnya.Jika kita berkembang, kita mungkin bisa menang atau bahkan bisa juga kalah dalam suatu persaingan, namun yang pasti: kita menang dalam kehidupan ini.
Gelagat seseorang adalah "kepiting" antara lain:1. Selalu mengingat kesalahan pihak luar (bisa orang lain atau situasi) dan menjadikannya sebagai acuan dalam bertindak.2. Hobi membicarakan kelemahan orang lain, tapi tidak mengetahui kelemahan dirinya sendiri sehingga ia hanya sibuk merintangi orang lain yang akan sukses dan melupakan usaha mensukseskan dirinya dengan cara yang positif.Seharusnya kepiting-kepiting itu tolong-menolong keluar dari baskom, namun yaah... dibutuhkan jiwa yang besar untuk melakukannya….
Coba renungkan, berapa waktu yang kita pakai untuk memikirkan cara-cara menjadi "pemenang" dalam kehidupan sosial, bisnis, sekolah, atau agama. Seandainya kita bisa menggunakan waktu tersebut untuk memikirkan cara-cara pengembangan diri yang positif, niscaya kita akan berkembang menjadi pribadi yang lebih sehat dan dewasa.
*/ pttwr
Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini akan direbus, lalu disantap untuk lauk selama beberapa hari.Yang menarik, tentu saja kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat. Namun, seorang penangkap kepiting yang handal selalu tenang meskipun hasil buruannya selalu berusaha meloloskan diri.Jurusnya hanya satu, si penangkap tahu betul sifat para kepiting itu.
Jika ada seekor kepiting yang nyaris meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar. Bila ada lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom, lagi-lagi temannya akan menariknya turun. Begitu seterusnya, sampai akhirnya tak seekor kepiting pun yang berhasil kabur dari baskom. Keesokan harinya, sang penangkap tinggal merebus mereka semua dan matilah sekawanan kepiting yang dengki itu.Begitu pula dalam kehidupan ini, tanpa sadar kita juga terkadang menjadi seperti kepiting-kepiting itu.
Yang seharusnya bergembira jika teman atau saudara kita meraih keberhasilan, kita malahan berprasangka buruk: jangan-jangan keberhasilan itu diraihnya dengan jalan yang tidak benar.Apalagi dalam bisnis atau bidang lain yang mengandung unsur kompetisi. Sifat iri, tak mau kalah, atau munafik, akan semakin nyata dan kalau tidak segera kita sadari, tanpa sadar kita sudah membunuh diri kita sendiri.
Kesuksesan akan datang kalau kita bisa menyadari bahwa di dalam belajar, bisnis atau persaingan yang penting bukan siapa yang menang, namun terlebih penting dari itu seberapa jauh kita bisa mengembangkan diri kita seutuhnya.Jika kita berkembang, kita mungkin bisa menang atau bahkan bisa juga kalah dalam suatu persaingan, namun yang pasti: kita menang dalam kehidupan ini.
Gelagat seseorang adalah "kepiting" antara lain:1. Selalu mengingat kesalahan pihak luar (bisa orang lain atau situasi) dan menjadikannya sebagai acuan dalam bertindak.2. Hobi membicarakan kelemahan orang lain, tapi tidak mengetahui kelemahan dirinya sendiri sehingga ia hanya sibuk merintangi orang lain yang akan sukses dan melupakan usaha mensukseskan dirinya dengan cara yang positif.Seharusnya kepiting-kepiting itu tolong-menolong keluar dari baskom, namun yaah... dibutuhkan jiwa yang besar untuk melakukannya….
Coba renungkan, berapa waktu yang kita pakai untuk memikirkan cara-cara menjadi "pemenang" dalam kehidupan sosial, bisnis, sekolah, atau agama. Seandainya kita bisa menggunakan waktu tersebut untuk memikirkan cara-cara pengembangan diri yang positif, niscaya kita akan berkembang menjadi pribadi yang lebih sehat dan dewasa.
*/ pttwr
Harga Sebuah Harapan
Danielle duduk sambil mendesah, perasaannya galau dan sangat letih. Pengalaman hari itu membuatnya frustrasi. Hanya dengan empat puluh dollar di dalam dompet, dia dengan putus asa berusaha mencari bank yang mau memberikan uang terhadap pembayaran berbentuk cek yang ada ditangannya.
Dia tinggal di kota kecil, dan tidak terdaftar di salah satu bank di sana dan bank tampaknya tidak memiliki niatan untuk membantu. Selama dua minggu dia berusaha dan berusaha ? tapi tampaknya tidak berguna. Dengan uang tunai yang berkurang dengan cepat, dia tidak memiliki lagi sumber keuangan yang lain. Bagaimana dia bisa terus menopang hidupnya sendiri beserta kedua anaknya? Dia hanya berpikir berapa lama lagi dia dan kedua anaknya dapat bertahan dengan uang yang tersisa.
Untuk melepaskan diri dari segala beban yang sedang ditanggungnya, Danielle memutuskan untuk mengikuti pertemuan di Pusat Dukungan Wanita yang ada di kota kecil itu. Para wanita yang ada di pertemuan itu telah banyak memberi semangat hidup padanya saat dia lari dari rumah untuk menyelamatkan diri. Pikirannya mengembara kemana-mana saat dia duduk di ruang pertemuan. Dengan keputusasaan yang dalam, dia ingin agar dapat memperoleh harapan dan semangat yang baru sehingga bisa menjalani hidup sebagai orang tua tunggal.
Selamat siang semuanya, terdengar suara yang membuyarkan lamunan Danielle. Itu adalah pemimpin kelompok wanita itu.. Apakah ada yang mau mulai? Duduk di samping Danielle, Amy membersihkan tenggorokannya. Saya, katanya. Amy mulai menceritakan secara terperinci keadaan hidupnya yang sangat menyedihkan. Dia mulai dari masalah pribadi yang berat dengan suaminya dan baru beberapa hari kehilangan rumah dan mobilnya. Telepon dan aliran listrik terancam akan diputus. Suaminya telah menghabiskan seluruh uangnya untuk judi.
Dia juga tengah berjuang untuk melepaskan diri dari kecanduan obat-obatan. Hubungan dengan suaminya memburuk sampai pada tahap mengancam keselamatan dirinya. Uang terakhir yang ada sudah dibelanjakan membeli makanan untuk anaknya dan pempers untuk bayinya. Tidak ada lagi yang tersisa. Sama sekali tidak ada. Saat Amy meneruskan penjelasannya, Danielle mendengar bisikan Tuhan di dalam hatinya. Setelah pertemuan selesai, berikan dua puluh dollar pada Amy. Tapi Danielle langsung berpikir, Tapi saya tidak bisa. Saya hanya punya empat puluh dollar satu-satunya.
Kembali dia mendengar perintah itu, bahkan lebih jelas. Danielle tahu bahwa dia harus taat. Saat selesai pertemuan, dia mengambil dompet dan perlahan menarik uang dua puluh dollar untuk Amy. Karena mengetahui keadaan Danielle, awalnya Amy enggan untuk menerima pemberian itu. Tetapi saat para wanita lain berdatangan memberi Amy pelukan dan dukungan, Danielle berkata padanya bahwa Tuhan menginginkan hal itu dilakukanya. Kemudian Danielle keluar.
Saat Danielle membuka pintu mobil, dia mendengar namanya dipanggil. Dia menoleh saat Amy melangkah ke arahnya, Air mata mengalir di pipi saat Amy berkata, Bagaimana kamu bisa tahu? tanyanya. Air mata itu semakin deras saat Amy mengambil dompetnya. Dari dalam dia dia menggeluarkan selembar kertas kuning botol obat. Saya mengambilnya kemarin. Dia menunjukkan kalimat di barisan bawahnya. Saya penderita diabetes yang bergantung dengan obat. Saya perlu obat ini setiap hari sepanjang hidup.
Sampai tadi pagi saya tidak tahu bagaimana saya bisa membeli obat ini lagi untuk menyambung hidup. Air matanya kembali mengalir saat dia menunjukkan bahwa obat itu harganya tepat dua puluh dollar!. Itu adalah saat dimana Danielle merasa diperbaharui semangatnya dengan harapan dan kedamaian. Dia berkata pada Amy, bahwa dia tidak tahu kalau Amy memerlukan obat diabetes itu; tetapi Tuhan tahu.
Saat dia melihat bahwa masalah Amy jauh lebih besar daripada yang dihadapinya, Tuhan memperlihatkan bahwa Ia mampu menolongnya menuntun setiap langkah dan memenuhi setiap kebutuhan hidupnya sehingga bisa melewatinya, satu langkah setiap saat. Kata-kata penghiburan dan penguatan yang diucapkan Danielle kepada Amy sebetulnya adalah kata-kata untuknya sendiri.
Sekarang, hanya dengan dua puluh dollar di dalam dompet, dia mencoba sekali lagi untuk menukarkan ceknya dengan uang tunai di beberapa bank dalam perjalan pulang. Saat dia mengantisipasai terhadap kemungkinan penolakan yang telah dihadapi diibeberapa bank sebelumnya, hatinya sekarang sudah penuh dengan rasa percaya diri dan semangat yang baru. Dengan harapan di tangan, dia masuk ke bank yang ada di dekat kantor Pusat Dukungan Wanita.
Tak berapa lama, bank itu memberikan sejumlah uang membayarkan cek yang dia sodorkan tanpa banyak bertanya! Dengan wajah berseri-seri Danielle pulang. Saat tahu bahwa hari-hari yang penuh kepastian akan perubahan pasti tiba, dia menemukan harapan baru yang menyala-nyala.
Dia tidak pernah bertemu Amy lagi, tetapi dia percaya bahwa Tuhan pasti menjaga kehidupannya Amy beserta kedua anaknya ? seperti halnya dia juga merasa yakin bahwa Tuhan menjaga hidupnya dan kedua anaknya sendiri.Tiga tahun berlalu, saat Danielle menyadari bahwa harapan yang sebenarnya tidak ditentukan oleh banyaknya uang. Dia terus berterima kasih karena Tuhan mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya, sehari demi sehari - lebih dari dua puluh dollar yang pernah tersisa di dalam dompetnya.
*/(Oleh Susan Hamilton)
Dia tinggal di kota kecil, dan tidak terdaftar di salah satu bank di sana dan bank tampaknya tidak memiliki niatan untuk membantu. Selama dua minggu dia berusaha dan berusaha ? tapi tampaknya tidak berguna. Dengan uang tunai yang berkurang dengan cepat, dia tidak memiliki lagi sumber keuangan yang lain. Bagaimana dia bisa terus menopang hidupnya sendiri beserta kedua anaknya? Dia hanya berpikir berapa lama lagi dia dan kedua anaknya dapat bertahan dengan uang yang tersisa.
Untuk melepaskan diri dari segala beban yang sedang ditanggungnya, Danielle memutuskan untuk mengikuti pertemuan di Pusat Dukungan Wanita yang ada di kota kecil itu. Para wanita yang ada di pertemuan itu telah banyak memberi semangat hidup padanya saat dia lari dari rumah untuk menyelamatkan diri. Pikirannya mengembara kemana-mana saat dia duduk di ruang pertemuan. Dengan keputusasaan yang dalam, dia ingin agar dapat memperoleh harapan dan semangat yang baru sehingga bisa menjalani hidup sebagai orang tua tunggal.
Selamat siang semuanya, terdengar suara yang membuyarkan lamunan Danielle. Itu adalah pemimpin kelompok wanita itu.. Apakah ada yang mau mulai? Duduk di samping Danielle, Amy membersihkan tenggorokannya. Saya, katanya. Amy mulai menceritakan secara terperinci keadaan hidupnya yang sangat menyedihkan. Dia mulai dari masalah pribadi yang berat dengan suaminya dan baru beberapa hari kehilangan rumah dan mobilnya. Telepon dan aliran listrik terancam akan diputus. Suaminya telah menghabiskan seluruh uangnya untuk judi.
Dia juga tengah berjuang untuk melepaskan diri dari kecanduan obat-obatan. Hubungan dengan suaminya memburuk sampai pada tahap mengancam keselamatan dirinya. Uang terakhir yang ada sudah dibelanjakan membeli makanan untuk anaknya dan pempers untuk bayinya. Tidak ada lagi yang tersisa. Sama sekali tidak ada. Saat Amy meneruskan penjelasannya, Danielle mendengar bisikan Tuhan di dalam hatinya. Setelah pertemuan selesai, berikan dua puluh dollar pada Amy. Tapi Danielle langsung berpikir, Tapi saya tidak bisa. Saya hanya punya empat puluh dollar satu-satunya.
Kembali dia mendengar perintah itu, bahkan lebih jelas. Danielle tahu bahwa dia harus taat. Saat selesai pertemuan, dia mengambil dompet dan perlahan menarik uang dua puluh dollar untuk Amy. Karena mengetahui keadaan Danielle, awalnya Amy enggan untuk menerima pemberian itu. Tetapi saat para wanita lain berdatangan memberi Amy pelukan dan dukungan, Danielle berkata padanya bahwa Tuhan menginginkan hal itu dilakukanya. Kemudian Danielle keluar.
Saat Danielle membuka pintu mobil, dia mendengar namanya dipanggil. Dia menoleh saat Amy melangkah ke arahnya, Air mata mengalir di pipi saat Amy berkata, Bagaimana kamu bisa tahu? tanyanya. Air mata itu semakin deras saat Amy mengambil dompetnya. Dari dalam dia dia menggeluarkan selembar kertas kuning botol obat. Saya mengambilnya kemarin. Dia menunjukkan kalimat di barisan bawahnya. Saya penderita diabetes yang bergantung dengan obat. Saya perlu obat ini setiap hari sepanjang hidup.
Sampai tadi pagi saya tidak tahu bagaimana saya bisa membeli obat ini lagi untuk menyambung hidup. Air matanya kembali mengalir saat dia menunjukkan bahwa obat itu harganya tepat dua puluh dollar!. Itu adalah saat dimana Danielle merasa diperbaharui semangatnya dengan harapan dan kedamaian. Dia berkata pada Amy, bahwa dia tidak tahu kalau Amy memerlukan obat diabetes itu; tetapi Tuhan tahu.
Saat dia melihat bahwa masalah Amy jauh lebih besar daripada yang dihadapinya, Tuhan memperlihatkan bahwa Ia mampu menolongnya menuntun setiap langkah dan memenuhi setiap kebutuhan hidupnya sehingga bisa melewatinya, satu langkah setiap saat. Kata-kata penghiburan dan penguatan yang diucapkan Danielle kepada Amy sebetulnya adalah kata-kata untuknya sendiri.
Sekarang, hanya dengan dua puluh dollar di dalam dompet, dia mencoba sekali lagi untuk menukarkan ceknya dengan uang tunai di beberapa bank dalam perjalan pulang. Saat dia mengantisipasai terhadap kemungkinan penolakan yang telah dihadapi diibeberapa bank sebelumnya, hatinya sekarang sudah penuh dengan rasa percaya diri dan semangat yang baru. Dengan harapan di tangan, dia masuk ke bank yang ada di dekat kantor Pusat Dukungan Wanita.
Tak berapa lama, bank itu memberikan sejumlah uang membayarkan cek yang dia sodorkan tanpa banyak bertanya! Dengan wajah berseri-seri Danielle pulang. Saat tahu bahwa hari-hari yang penuh kepastian akan perubahan pasti tiba, dia menemukan harapan baru yang menyala-nyala.
Dia tidak pernah bertemu Amy lagi, tetapi dia percaya bahwa Tuhan pasti menjaga kehidupannya Amy beserta kedua anaknya ? seperti halnya dia juga merasa yakin bahwa Tuhan menjaga hidupnya dan kedua anaknya sendiri.Tiga tahun berlalu, saat Danielle menyadari bahwa harapan yang sebenarnya tidak ditentukan oleh banyaknya uang. Dia terus berterima kasih karena Tuhan mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya, sehari demi sehari - lebih dari dua puluh dollar yang pernah tersisa di dalam dompetnya.
*/(Oleh Susan Hamilton)
Aku Menangis Untuk Adiku 6 Kali
Aku Menangis untuk Adikku 6 KaliAku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit.
Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadisdi sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.
"Siapa yang mencuri uang itu?"Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah,kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!"Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya! "Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas.
Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? ... Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun.Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku.Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin.
Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun.Aku berusia 11.Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi.Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus.Saya mendengarnya memberengut,"Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang begitu baik..."Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?"Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku."Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya.
"Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!"Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini."Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertasi atasbantalku:"Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.
"Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas) .Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, " Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana !"Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku?Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir.
Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?"Dia menjawab, tersenyum,"Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu?Apa mereka tidak akan menertawakanmu? "Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu. .."Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya.Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu."Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi.
Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20, Aku 23.Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku."Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!"Tetapi katanya, sambil tersenyum,"Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.."Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus,seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya."Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya
Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..."Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23, Aku berusia 26.Ketika aku menikah, aku tinggal di kota .Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalahmertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.
"Suamiku menjadi direktur pabriknya.Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan.Tetapi adikku menolak tawaran tersebut.Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit.Suamiku dan aku pergi menjenguknya.Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer?Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini.
Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya."Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?"Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yangsepatah-sepatah:"Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!"
"Mengapa membicarakan masa lalu?"Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?"Tanpa bahkan berpikir ia menjawab,"Kakakku."Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat."Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya.
Ia hanyamemakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku."Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.Diterjemahkan dari : "I cried for my brother six times"
Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadisdi sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.
"Siapa yang mencuri uang itu?"Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah,kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!"Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya! "Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas.
Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? ... Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun.Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku.Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin.
Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun.Aku berusia 11.Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi.Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus.Saya mendengarnya memberengut,"Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang begitu baik..."Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?"Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku."Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya.
"Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!"Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini."Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertasi atasbantalku:"Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.
"Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas) .Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, " Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana !"Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku?Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir.
Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?"Dia menjawab, tersenyum,"Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu?Apa mereka tidak akan menertawakanmu? "Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu. .."Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya.Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu."Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi.
Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20, Aku 23.Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku."Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!"Tetapi katanya, sambil tersenyum,"Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.."Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus,seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya."Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya
Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..."Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23, Aku berusia 26.Ketika aku menikah, aku tinggal di kota .Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalahmertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.
"Suamiku menjadi direktur pabriknya.Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan.Tetapi adikku menolak tawaran tersebut.Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit.Suamiku dan aku pergi menjenguknya.Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer?Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini.
Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya."Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?"Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yangsepatah-sepatah:"Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!"
"Mengapa membicarakan masa lalu?"Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?"Tanpa bahkan berpikir ia menjawab,"Kakakku."Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat."Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya.
Ia hanyamemakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku."Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.Diterjemahkan dari : "I cried for my brother six times"
"Ajarilah Anak-anak Arti Natal Yang Sebenarnya

Satu minggu sebelum Natal, saya kedatangan tamu. Begini ceritanya. Saya sedang bersiap-siap untuk tidur ketika saya mendengar suara berisik di ruang tamu. Saya membuka pintu kamar dan saya amat terkejut, Sinterklas tiba-tiba muncul dari balik pohon Natal.
Sinterklas tidak tampak gembira seperti biasanya. Malahan saya pikir saya melihat air mata di sudut matanya. "Apa yang sedang anda lakukan?" saya bertanya. "Saya datang untuk mengingatkan kamu … AJARILAH ANAK-ANAK!" kata Sinterklas. Saya menjadi bingung; apa yang dimaksudkannya?
Kemudian dengan suatu gerak cepat Sinterklas memungut sebuah tas mainan dari balik pohon. Sementara saya berdiri dengan bingung, Sinterklas berkata, "Ajarilah anak-anak! Ajarilah mereka arti Natal yang sebenarnya, arti yang sekarang ini telah dilupakan oleh banyak anak."
Sinterklas merogoh ke dalam tasnya dan mengeluarkan sebuah POHON NATAL mini. "Ajarilah anak-anak bahwa pohon cemara senantiasa hijau sepanjang tahun, melambangkan harapan abadi seluruh umat manusia, semua ujung daunnya mengarah ke atas, mengingatkan kita bahwa segala pikiran kita di masa Natal hanya terarah pada surga."
Kemudian ia memasukkan tangannya ke dalam tas dan mengeluarkan sebuah BINTANG cemerlang. "Ajarilah anak-anak bahwa bintang adalah tanda surgawi akan janji Allah berabad-abad yang silam. Tuhan menjanjikan seorang Penyelamat bagi dunia, dan bintang adalah tanda bahwa Tuhan menepati janji-Nya."
Ia memasukkan tangannya lagi ke dalam tasnya dan mengeluarkan sebatang lilililinnIN. "Ajarilah anak-anak bahwa Kristus adalah terang dunia, dan ketika kita melihat terang lilin kita diingatkan kepada-Nya yang telah mengusir kegelapan."
Sekali lagi ia memasukkan tangannya ke dalam tasnya, mengeluarkan sebuah LINGKARAN lalu memasangnya di pohon Natal. "Ajarilah anak-anak bahwa lingkaran melambangkan cinta Sejati yang tak akan pernah berhenti. Cinta adalah kasih sayang yang terus-menerus - tidak hanya saat Natal tetapi sepanjang tahun."
Kemudian dari tasnya ia mengeluarkan hiasan SINTERKLAS. "Ajarilah anak-anak bahwa saya, Sinterklas, melambangkan kemurahan hati dan segala niat baik yang kita rasakan sepanjang bulan Desember."
Selanjutnya ia mengeluarkan sebuah HADIAH dan berkata. "Ajarilah anak-anak bahwa Tuhan demikian mengasihi umatnya sehingga Ia memberikan anaknya yang tunggal…"
"Terpujilah Allah atas hadiah-Nya yang demikian mengagumkan itu. Ajarilah anak-anak bahwa para majus datang menyembah sang bayi kudus dan mempersembahkan emas, kemenyan dan mur. Hendaknyalah kita memberi dengan semangat yang sama dengan para majus."
Sinterklas kemudian mengambil tasnya, memungut sebatang PERMEN coklat berbentuk tongkat dan menggantungkannya di pohon Natal. "Ajarilah anak-anak bahwa batangan permen ini melambangkan para gembala. Sekali waktu seekor domba berkelana pergi meninggalkan kawanannya dan tersesat maka gembala datang dan menuntun mereka kembali. Batangan permen ini mengingatkan kita bahwa kita adalah penjaga saudara-saudara kita, sekali waktu orang-orang yang telah lama pergi meninggalkan gereja membutuhkan pertolongan untuk kembali ke pangkuan Gereja. Selayaknyalah kita berdaya upaya untuk menjadi gembala-gembala yang baik dan menuntun mereka pulang ke rumah."
Ia memasukkan tangannya lagi ke dalam tas dan mengeluarkan sebuah boneka MALAIKAT. "Ajarilah anak-anak bahwa para malaikatlah yang mewartakan kabar sukacita kelahiran Sang Penyelamat. Para malaikat itu bernyanyi, "Kemuliaan bagi Allah di surga dan damai di bumi bagi manusia." Sama seperti para malaikat di Betlehem, kita patut mewartakan Kabar Gembira tersebut kepada keluarga dan teman-teman: Immanuel - Tuhan beserta kita!
Sekarang Sinterklas kelihatan gembira. Ia memandang saya dan saya melihat matanya telah bersinar kembali. Ia berkata, "Ingat, ajarilah anak-anak arti Natal yang sebenarnya. Jangan menjadikan saya pusat perhatian karena saya hanyalah hamba dari Dia yang adalah arti Natal yang sebenarnya - Immanuel - Tuhan beserta kita. Kemudian, secepat datangnya, Sinterklas tiba-tiba pergi.
Dan seperti biasa - Sinterklas telah datang untuk membawa hadiah bagi saya dan anak-anak saya - suatu hadiah yang luar biasa. Sinterklas telah membantu saya mengingat kembali arti Natal yang sebenarnya - dan arti kedatangan Yesus ke dunia. Dan saya tahu, bagi saya dan anak-anak, Natal ini akan menjadi Natal yang terindah - karena IMMANUEL ~ TUHAN BESERTA KITA!
*Fr. Richard Lonsdale.”
10 Sikap Yang disukai orang
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran,tidak suka mengada-ada,pura-pura, mencari-cari alasan atau memutar-balikkan fakta. Prinsipnya "Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak". Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikanseekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendahan hati justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang dibawahnya tidak merasa minder. Kesetiaan sudah menjadi barang langka dan sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janjinya, mempunyai komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka karakter berkhianat.
Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan dari pada keburukan orang lain lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji dari pada mengecam, dsb.
Karena tidak semua orang dikaruniai tempramen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh, tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar,tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
Orang yang "Easy Going" menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada diluar kontrolnya.
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik, tapi juga biasa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
/*e-BinaGuru
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendahan hati justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang dibawahnya tidak merasa minder. Kesetiaan sudah menjadi barang langka dan sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janjinya, mempunyai komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka karakter berkhianat.
Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan dari pada keburukan orang lain lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji dari pada mengecam, dsb.
Karena tidak semua orang dikaruniai tempramen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh, tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar,tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
Orang yang "Easy Going" menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada diluar kontrolnya.
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik, tapi juga biasa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
/*e-BinaGuru
Langganan:
Postingan (Atom)
